Arab Saudi Mempertimbangkan Larangan Jemaah Haji dari Luar Negeri Lagi

Kristina - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 10:37 WIB
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan larangan masuknya jemaah haji dari luar negeri. Pertimbangan dilakukan akibat lonjakan COVID-19 secara global.

Seperti dilaporkan oleh Reuters dan dikutip Jumat (7/5/2021), meningkatnya kasus COVID-19 dan kekhawatiran munculnya varian baru ini dilaporkan oleh dua sumber pada Rabu (5/5/2021). Kebijakan ini akan membatasi umat Muslim yang ingin melakukan ibadah haji ke Mekah.

Sementara itu, warga Arab Saudi dan penduduk kerajaan yang ingin ke Mekah harus menjalani vaksinasi terlebih dahulu atau dinyatakan sembuh dari COVID-19 sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum dilaksanakannya ibadah haji.

Salah satu sumber mengatakan, Arab Saudi juga akan menerapkan pembatasan usia. Sementara itu, sumber kedua sempat berencana untuk mengizinkan kedatangan jemaah haji dari luar negeri yang telah divaksin. Akan tetapi, jenis dan efektivitas vaksin serta kemunculan dua varian baru membuat Saudi melakukan pertimbangan lagi.

"Untuk sementara, kemungkinan diberlakukannya larangan masih didiskusikan. Belum ada keputusan akhir apakah akan melanjutkannya," kata mereka.

Sebelum pandemi ini, setidaknya sekitar 2,5 juta jemaah haji biasanya mengunjungi Mekah dan Madinah untuk beribadah haji atau umrah. Menurut data resmi, kedatangan jemaah telah memberikan pemasukan bagi kerajaan Arab Saudi sekitar 12 miliar dollar tiap tahunnya.

Dalam rangka reformasi ekonomi Kerajaan Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berharap akan terjadi peningkatan jemaah umrah dan haji masing-masing 15 juta dan 5 juta pada tahun 2020. Kerajaan akan melipatgandakan jemaah haji pada tahun 2030 untuk menambah pemasukan hingga 13,32 miliar dolar.

Seperti diketahui, pada tahun lalu pemerintah Arab Saudi mengizinkan pelaksanaan ibadah haji 2020 dengan jumlah jamaah dibatasi. Hanya warga negara lain yang sudah berdomisili di Arab Saudi bisa diizinkan melaksanakan haji.

Selain pembatasan jemaah haji, juga diberlakukan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus Corona.

Kasus COVID-19 masih terus meningkat secara global. Meski demikian vaksin juga masih terus dilakukan.

(nwy/nwy)