Round-Up

Pro-kontra Foto Jokowi-Ma'ruf di Ruang Jumpa Pers KPK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 08:07 WIB
Tak Ada Lagi Logo KPK di Antara Foto Jokowi-Maruf di Ruang Jumpa Pers (Foto: Azhar Bagas/detikcom)
Tak Ada Lagi Logo KPK di Antara Foto Jokowi-Ma'ruf di Ruang Jumpa Pers (Foto: Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Keberadaan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di ruangan jumpa pers KPK menuai pro-kontra. Ada yang setuju dengan pilihan KPK, ada pula yang tidak.

KPK menggelar jumpa pers mengenai hasil tes asesmen wawasan kebangsaan pegawai KPK. Pegawai yang lulus tes akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tes ini sudah kontroversial, namun pemandangan dalam jumpa pers ini juga kontroversial.

Terlihat di bagian latar belakang yang biasanya hanya tercantum logo KPK terdapat foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Selain itu, ada pula bendera Merah-Putih.

Hal ini termasuk hal baru di KPK. Sebelumnya, tidak ada foto presiden atau wakil presiden di latar belakang saat konferensi pers KPK. Para politikus menyambutnya dengan pendapat pro-kontra.

KPKKPK Foto: Azhar Bagas Ramadhan/detikcom

Benny K Harman (Demokrat)

Suara kontra datang dari politikus Partai Demokrat, Benny K Harman. Dia memandang pemasangan foto itu sebagai bukti bahwa KPK sudah dimatikan Jokowi-Ma'ruf.

"Foto itu sengaja dipasang untuk memberi pesan bahwa yang mematikan KPK adalah Jokowi dan Ma'ruf," ucap Benny.

KPK dinilainya bakal menjalankan agenda Presiden, bukan agenda yang lain. Lebih dari itu, Benny juga menyampaikan opininya soal keinginan Jokowi.

"Dengan foto (Jokowi dan Ma'ruf) itu, KPK memberi pesan bahwa Jokowi-Ma'ruf yang mendapatkan dukungan rakyat di atas 60 persen itu adalah pemimpin yang ingin KPK mati. Popularitas Pak Jokowi dipakai untuk melumpuhkan KPK. Cukong senang, rakyat senang!" tegas Benny.

Simak video 'Pertama Kali! KPK Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Saat Jumpa Pers':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, PKS, PPP, Gerindra:

Selanjutnya
Halaman
1 2