Hakim Cecar Slamet Maarif soal Agenda Habib Rizieq ke Megamendung Tersebar

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 14:05 WIB
Jakarta -

Majelis hakim mencecar Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif terkait agenda kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tanah Air yang diumumkan di media sosial. Seperti apa?

Awalnya hakim bertanya ke Slamet dari mana dia mengetahui agenda Rizieq di pesantren yang berada di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Slamet mengaku tahu agenda Rizieq dari video yang sudah tersebar, video itu dibuat oleh HRS saat di Arab Saudi.

"Kan sudah beredar agenda beliau ketika di Tanah Air, bahwa beliau akan hadir, termasuk akan ke Megamendung," kata Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Kamis (6/5/2021).

"Termasuk yang mau ke Tebet, terus di Petamburan itu?" tanya hakim dan diamini Slamet.

Slamet mengatakan acara Maulid Nabi di Petamburan itu adalah acara rutin setiap tahun FPI dan itu inisiatif dari Haris Ubaidillah. Untuk acara di pesantren Megamendung, Slamet menyebut itu bukan acara tahunan.

"Cuma untuk yang ke peletakan batu pertama (pesantren Megamendung) ini kan bukan acara tahunan, ini kan bisa tahun ini dibuat, bisa tahun depan di buat sesuai dengan ketersediaan dana," katanya.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan acara pesantren hanya untuk internal FPI saat itu. Tetapi pada acara itu ada Ustaz Abdul Somad (UAS). Slamet menegaskan UAS bukan pengurus FPI tetapi hanya tamu undangan.

"Ada UAS, mungkin karena ada UAS, dia tokoh, karena santri-santri yang beberapa itu, beberapa tamu undangan merapat ke depan. Saya mengira ingin mendengarkan Ustaz Somad tausiah. Santri juga ingatkan jaga jarak. Kemudian UAS tausiah lalu peletakan batu pertama," kata Slamet.

"Ada undangan?" tanya salah satu pengacara.

"Tidak ada hanya beberapa pengurus DPP diizinkan," kata Slamet.

Selain itu, saksi lainnya, KH Ahmad Sabri Lubis, menyebut keramaian massa di Bogor dari simpang Gadog, Jawa Barat, hingga mendekati pesantren itu adalah tindakan spontan masyarakat. Menurut Sabri, ketika sudah berada di pesantren orang yang datang dibatasi.

"Itu kan acara internal pesantren. Itu spontan (masyarakat berkumpul di Gadog). Masuk pesantren dibatasi hanya 5 sampai 6 aja mobil rombongan Habib, termasuk saya dan beberapa tamu Habib," kata Sabri.

Tanggapan Rizieq ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2