Kenaikan COVID di Sejumlah Provinsi Harus Jadi Lampu Kuning Pemerintah!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 10:34 WIB
Arus lalu lintas di exit Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terpantau lengang di hari pertama larangan mudik.
Ilustrasi terkait larangan mudik demi mencegah penularan COVID meluas (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah menyiapkan skenario mengantisipasi lonjakan penularan COVID jelang Lebaran. Menurut Charles, kenaikan COVID sudah mulai terlihat di sejumlah provinsi.

"Pemerintah harus mempersiapkan skenario terburuk untuk mengantisipasi lonjakan penularan COVID-19 di Tanah Air. Hal ini karena sejumlah prakondisi peningkatan penularan virus Corona sudah terjadi, seperti pengabaian protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian dan mobilitas orang dalam jumlah besar di masa jelang libur Lebaran," kata Charles, Jumat (6/5/2021).

"Bahkan di sejumlah provinsi seperti Sumut, Sumsel dan Riau, lonjakan sudah terjadi dan membuat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) rumah sakit di wilayah tersebut sudah di atas 60 persen," lanjut Charles.

Charles mengatakan lonjakan kasus di sejumlah provinsi harus menjadi lampu kuning bagi pemerintah. Apalagi, ditambah masuknya COVID varian baru.

"Lonjakan di sejumlah provinsi ini menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk penularan secara nasional. Prakondisi peningkatan penularan COVID-19 juga diperparah dengan masuknya varian-varian baru virus Corona yang lebih menular, seperti dari India, Afsel dan Inggris. Lonjakan penularan yang banyak disebut gelombang kedua bahkan sudah terjadi di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Filipina," ujarnya.

Charles Honoris (Dok. Screenshot YouTube DPR RI).Charles Honoris (Dok. Screenshot YouTube DPR RI).

Charles meminta pemerintah menyiapkan skenario menghadapi kondisi terburuk jika terjadi lonjakan COVID, terutama sarana keseharan dan kapasitas rumah sakit.

"Oleh karena itu, pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur dan perangkat dalam menghadapi skenario terburuk untuk mengantisipasi lonjakan penularan COVID-19 di Indonesia. Seperti penambahan jumlah tempat tidur dan ICU khusus COVID-19, suplai oksigen, dan sebagainya. Lebih baik kita punya ketersediaan tempat tidur dan suplai oksigen yang surplus dan belum terpakai, ketimbang nanti kewalahan ketika dibutuhkan karena lonjakan penularan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga meminta pemerintah menjaga pintu masuk perbatasan serta pengawasan mobilitas masyarakat jelang Lebaran.

"Di samping itu, pemerintah juga harus terus memperketat pintu-pintu masuk di perbatasan, dan juga pengetatan disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat. Serta harus konsisten dalam penerapan kebijakan larangan mudik," ujar Charles.

"Data Kemenhub yang menyebut 27 juta orang tetap berniat mudik meski sudah ada larangan, bisa menjadi pegangan pemerintah bagaimana seharusnya penegakan aturan larangan mudik itu dilakukan," lanjutnya.

Simak video 'Momen Presiden Duterte Disuntik Vaksin Sinopharm':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)