Pos Indonesia-Koperwindo Gelar Gebyar Ramadhan Produk Lokal UMKM

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 21:31 WIB
Pos Indonesia
Foto: Pos Indonesia
Jakarta -

Jelang Hari Raya Idul Fitri, PT Pos Indonesia (Persero) bersama Koperasi Perempuan Wirausaha Indonesia (Koperwindo) menggelar Gebyar Ramadhan Produk Lokal UMKM Indonesia Istimewa. Berlangsung di Gedung Pos Ibukota, Jakarta Pusat, acara ini berlangsung pada 5-8 Mei 2021.

Direktur Kelembagaan Pos Indonesia, Nezar Patria menyatakan kegiatan ini merupakan upaya Pos Indonesia dalam membantu UMKM memperluas promosi produknya. Ia pun juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Koperwindo. Mengingat di tengah pandemi COVID-19, peran 65 juta UKM menjadi sangat penting.

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian gerakan besar pemerintah untuk mendukung UMKM. Sekarang kita diserbu produk-produk asing. Sangat penting untuk memperkuat konsolidasi UMKM dalam rangka masuk dalam ekosistem digital. Sehingga kita bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Saya berterima kasih atas kerja sama dengan Koperwindo dan semoga kerjasama ini akan berlanjut," ungkap Nezar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021)

Lewat pameran ini, Nezar berharap produk lokal UMKM lebih dikenal oleh masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan dan memberikan gairah baru perekonomian masyarakat dan nasional di tengah pandemi. Tak hanya itu, Nezar pun menyatakan pihaknya siap untuk mendukung dan mengembangkan UMKM lokal.

"PT Pos Indonesia siap mendukung dan mengembangkan UMKM. Semoga gerakan bangga buatan Indonesia bisa kita jadikan menjadi lebih konkret," tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Koperwindo, Elza Syarief pun menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Pos Indonesia. Pasalnya, saat ini produk UMKM memerlukan dukungan dari berbagai elemen.

"Produk-produk UMKM sekarang ini sudah baik, perlu banyak dukungan dari banyak pihak. Agar ke depan UMKM semakin maju dan demikian perekonomian juga membaik. Saya berterima kasih kepada PT Pos Indonesia yang sudah mau bekerja sama dengan kami," ujar Elza.

Di sisi lain, Deputi Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menyebut Pos Indonesia memiliki posisi strategis karena jaringan distribusi yang luas. Menurutnya, hal tersebut dapat memperkuat dan mendukung daya saing UMKM di Indonesia.

"Penting kita mengoptimalkan Pos Indonesia yang memiliki jaringan sangat luas, sehingga ini harus menjadi peluang untuk memperkuat daya saing dan kompetensi UMKM. Pameran dan bazar ini penting untuk menegaskan komitmen dan kecintaan kita untuk mengatakan 'tidak' pada produk asing. Oleh sebab itu saya menyambut baik bazar bagi UMKM untuk memasarkan produk lokalnya ini," katanya.

Terkait kerja sama ini, ia juga mengharapkan agar Koperwindo dapat menjadi konsolidator dan agregator UMKM dan membangun solidaritas. Dengan demikian, masyarakat akan bangga menggunakan produk Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Nur Chansa, salah seorang pelaku UMKM mitra Pos Indonesia mengaku senang dapat mengikuti pameran tersebut. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memasarkan kain tenun khas Lebak miliknya.

"Saat pandemi memang problem utama adalah pemasaran, karena ruang untuk pameran juga terbatas. Dari Pos Indonesia kami diberi pelatihan baik proses produksi hingga pemasaran digital atau e-commerce, dan itu sangat membantu. Tapi kesempatan bisa berpameran ini juga mendorong semangat kami kembali," tandasnya.

Sebagai informasi, pembukaan Gebyar Ramadhan Produk Lokal UMKM dibuka oleh Deputi Pengawasan Koperasi Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum.

Usai acara pembukaan, Nezar, Ahmad Zabadi, Elsa Syarif beserta rombongan berkeliling ke lokasi pameran dan berdialog dengan beberapa pelaku UMKM. Selain pameran dan bazaar, Pos Indonesia dan Konperwindo menghadirkan Seminar UMKM Mengolah Pola Usaha ke Era Digital dan pelatihan.

Diikuti oleh 20 peserta dari Jabodetabek, Lebak, Bandung dan Jawa Tengah, acara berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan ketat yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Berbagai UMKM pun turut memamerkan aneka produk lokal mulai dari produk makanan, fashion dan aksesoris, termasuk produk batik dan tenun dari NTT, Donggala, Kalimantan maupun Lebak.

(fhs/ega)