Arahan Menko Luhut Agar Penanganan Banjir Jakarta Terintegrasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 20:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke Bendungan Ciawi (Cipayung) dan Bendungan Sukamahi, yang terletak di hulu Sungai Ciliwung. Luhut memberikan arahan agar banjir di Jakarta terintegrasi.

"Penanganan banjir Jakarta memerlukan integrasi di hulu, tengah, dan hilir," ujar Luhut, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Pada kunjungan kerja itu, Luhut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake dan Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air. Ikut mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Luhut melihat langsung pembangunan kedua bendungan tersebut, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional Nomor 152, sesuai dengan Perpres Nomor 56 Tahun 2018 dan terakhir diubah dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2020. Luhut mengaku senang atas progres pembangunan bendungan tersebut.

"Menurut saya sudah paten. Selama sudah terpadu, tidak ada masalah," ujarnya.

Luhut menyarankan agar pengendalian banjir melibatkan universitas untuk melakukan riset lebih lanjut.

Sementara itu, Anies memaparkan soal sungai yang ada di Jakarta. Dia menyebut debit air sungai di DKI bisa naik drastis jika cuaca ekstrem melanda.

"Kalau dibuat summary, sungai kita di Jakarta hanya memiliki daya tampung sebanyak 2.300 m3, tapi kalau cuaca sedang ekstrim, debit air bisa mencapai 3.300 m3. Selisihnya mencapai 1.000 m3," jelas Anies.

Untuk diketahui, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi merupakan sister dam bendungan kering atau dry dam yang pertama kali dibangun di Indonesia. Berbeda dengan bendungan pada umumnya, bendungan ini difungsikan sebagai penahan air atau pengendali banjir Jakarta.

Bendungan ini dibangun tanpa turbin atau pintu air dan akan digenangi air pada musim hujan dan kering selama musim kemarau.

"Ibaratnya dia nahan air dengan lubang yang lebih kecil atau dialirkan melalui bottleneck supaya bisa menahan air dan mengurangi banjir," sebut Menteri Basuki.

Mengacu pada data rekapitulasi debit banjir periode ulang 50 tahunan, setelah pembangunan selesai, kedua bendungan akan mampu mereduksi banjir sebesar 11,9 persen. Secara total, kapasitas tampung air adalah 7,73 juta m3 dan luas genangan 44,63 hektare sehingga diharapkan dapat mengurangi banjir hingga 127,22 m3/detik.

Simak video 'Bagaimana Potensi Siklon Tropis di Indonesia? Ini Kata BMKG':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/knv)