3 Korban Kecelakaan Belum Ditemukan, Warga Mamasa Lakukan Ritual

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 19:29 WIB
Ritual Aluk Todolo untuk membantu mencari tiga korban kecelakaan yang hilang di Mamasa, Sulawesi Barat.
Ritual Aluk Todolo untuk membantu mencari tiga korban kecelakaan yang hilang di Mamasa, Sulawesi Barat. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Tiga korban kecelakaan minibus yang terseret arus sungai di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), belum ditemukan. Diyakini bisa membantu proses pencarian, ada orang yang melakukan ritual Aluk Todolo.

Aluk Todolo adalah agama leluhur nenek moyang suku Toraja. Ritual itu ditandai dengan pemotongan dua ekor ayam, kemudian dimasak bersama beras dalam potongan bambu. Setelah diberi mantra oleh tetua setempat, ayam dan beras yang telah dimasak, dilarung ke sungai, tempat ketika korban kecelakaan dinyatakan hilang.

Salah satu warga setempat, Mallun, mengatakan ritual digelar atas permintaan salah satu keluarga korban, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.

"Kalau ritual yang baru saja diselesaikan, ini memang artinya hadir dalam mimpi kedua orang tua yang hanyut, bahwa silahkan dicarikan hewan sebagai artinya kurban, dengan sesuatu yang ada bulunya, tentunya bulu ayam putih dan merah," ujar Mallun kepada wartawan di lokasi kecelakaan, yang menjadi tempat pelaksanaan ritual, Rabu (5/5/2021) siang.

"Jadi ini yang sudah kita lakukan bersama orang tua, untuk meminta korban yang selama ini kita cari, agar cepat kita temukan," sambungnya.

Menurut Mallun, ritual seperti ini sering dilakukan warga yang masih memegang teguh kepercayaan Aluk Todolo.

"Kalau ritual yang biasa kita lakukan seperti ini, memang sering dilakukan oleh orang tua di sini yang masih yakin dengan agama tertua dengan bahasa Aluk Todolo. Karena memang Aluk Todolo dia punya keyakinan bersatu dengan alam, kalau misalnya ada hal seperti ini, tentunya orang tua ini selalu berhubungan dengan Tuhan dalam hal ritual seperti ini, dengan artinya sarana-sarana yang sudah kita saksikan tadi, " terang Mallun.

Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi DD-1348-SC yang ditumpangi sedikitnya 10 warga, termasuk sang sopir bernama Muammar (26 tahun), terjun bebas ke jurang sedalam 50 meter, di Jalan Poros Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Selasa (4/5) kemarin. Mobil sempat terbawa arus sungai dan tenggelam di sungai yang berada di dasar jurang.

Tujuh penumpang, termasuk sang sopir, berhasil selamat setelah mendapat pertolongan warga. Tiga penumpang lainnya, masing-masing bernama Kayla (12 tahun), Nayla (20 bulan), dan Nur Indah Sari (30 tahun), dinyatakan hilang akibat terseret derasnya arus sungai. Tim SAR gabungan masih mencari tiga korban tersebut.

Polisi menduga kecelakaan tersebut akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi.

Simak video 'Mobil Masuk Jurang-Terseret Arus Sungai di Mamasa, 3 Orang Hilang':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)