Tinjau Optimalisasi Pembelajaran Tatap Muka, DPRD Surabaya Harapkan Ini

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 16:41 WIB
DPRD Kota Surabaya Tinjau Optimalisasi PTM
Foto: DPRD Kota Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mendorong optimalisasi pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera dilakukan dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Ia mengatakan saat ini persiapan PTM di Surabaya terus dimaksimalkan.

Setiap sekolah di Surabaya sudah mengelar simulasi. Menurut Reni hasilnya cukup menggembirakan. Sebab, proses PTM tidak hanya didukung sarana prasarana yang baik tapi juga pola pembelajaran yang mengedepankan protokoler kesehatan.

Reni terus mendorong dan mendukung sekolah, baik SMP maupun SD di Kota Surabaya menyiapkan diri untuk PTM. Ia menegaskan persiapan harus dioptimalkan. Saat ini tercatat sudah ada 300 sekolah yang dilakukan assessment.

Kendati demikian, Reni tetap ingin mengecek kondisi riil di lapangan. Ia pun mengecek SMPN 6 Surabaya dan SMP Giki. Reni ingin memastikan persiapan di sekolah berjalan optimal dengan sistem pembelajaran yang efektif dan penerapan prokes secara ketat.

Dua sekolah tersebut merupakan hasil assessment yang diizinkan melakukan PTM. Di lokasi, ia juga menyaksikan simulasi PTM yang berjalan dengan mengedepankan prokes.

"Dari simulasi keduanya saya berharap PTM bisa segera dimulai dengan lancar. Kami juga mengapresiasi dinas pendidikan lantaran bisa mempersiapkan PTM dengan baik," kata Reni dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Politisi perempuan PKS ini menyaksikan simulasi dua sekolah itu mulai dari anak masuk dari halaman sekolah menuju ke ruang kelas, hingga penyediaan sarana prasarana. Menurutnya, proses pembelajarannya juga berjalan efektif.

Namun menurutnya masih diperlukan Satgas Penanggulangan COVID-19 mandiri sekolah. Mereka lah yang nantinya mengingatkan dan memandu sekolah setiap hari.

Reni berharap sekolah, tenaga pendidik dan orang tua bersinergi dengan baik. Sekolah juga sudah meminta persetujuan orang tua sebagai syarat pelaksanaan PTM. Ia menyampaikan sekolah tetap menyediakan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Menurutnya, baik yang ingin PTM dan tidak tetap harus diberi ruang. Semua kembali pada pendapat serta kenyamanan para orang tua demi putra-putrinya. Sebenarnya melihat persiapan, lanjut Reni, PTM bisa digelar usai libur Lebaran. Dengan catatan, tidak ada angka yang melonjak terkait kasus positif COVID-19.

"PTM tak perlu menunggu tahun ajaran baru Juli. PTM secara bertahap bisa dimulai setelah Lebaran. Di sinilah fungsi Satgas COVID-19 untuk memberikan lampu hijau sekolah," kata Reni.

Ia juga mengatakan Satgas COVID-19 Kota Surabaya perlu melibatkan para pakar kesehatan, para epidomologi, ikatan dokter anak, dan sebagainya untuk melakukan pendampingan. Tujuannya, pembukaan sekolah tatap muka benar-benar memiliki kajian yang mendalam.

"Saya sangat setuju dengan adanya pembelajaran tatap muka tanpa adanya klaster sekolah. Persiapan harus dilakukan bersama-sama," lanjut Reni.

Dia menyampaikan orang tua yang tidak setuju PTM pun harus dihargai. Sebab, hal itu juga sesuai dengan peraturan Kemendikbud yang menyebutkan setiap siswa tetap mendapatkan pelayanan atau sistemnya hybrid learning. Apalagi, terdapat aplikasi pembelajaran yang mendukung sehingga bagi anak yang melaksanakan pembelajaran online tetap bisa mengikutinya.

Reni mendorong Dindik bersinergi secara intensif dengan Dinkes. Jadi, PPKM mikro harus tetap berjalan serta update kasus positif secara berkala. Tujuannya, apabila ada keluarga siswa yang diinfeksi virus, itu bisa terdeteksi dan ditangani dengan maksimal. Artinya, data kasus tersebut harus ter-update tiap hari ke sekolah-sekolah.

Kepala SMPN 6 Surabaya Achmad Sya'roni menyatakan sekolahnya sudah siap melaksanakan PTM. Pihaknya sudah menyiapkan pola pembelajaran bagi siswa yang mengikuti PTM maupun PJJ. Antara yang setuju PTM dan tidak sama.

"Kami juga akan mengundang para orang tua untuk memaparkan video simulasi dalam pelaksanaan PTM yang bakal berlangsung," pungkas Sya'roni.

(fhs/ega)