Cegah Kerumunan, Wagub DKI Minta Warga Tak Berziarah saat Lebaran

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:47 WIB
Wagub DKI jkaarta Ahmad Riza Patria menyebutkan Kepgub SIKM telah diterbitkan, Rabu (5/5/2021)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan Kepgub SIKM telah diterbitkan. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi umat muslim yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri. Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak berziarah kubur saat Lebaran untuk mencegah kerumunan.

"Memang kami sudah meminta aparat, pada masyarakat untuk kegiatan ziarah jangan dilakukan secara kerumunan dan tidak mesti dilakukan ziarah kubur pada hari raya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria seusai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Riza mengimbau warga agar memilih ziarah kubur selain di hari raya Lebaran. Hal itu untuk mengurangi kemungkinan adanya penumpukan massa di pemakaman.

Selain itu, Riza mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk berjaga di sejumlah pemakaman selama Lebaran.

"Kami juga akan hadirkan aparat untuk mengatur agar tidak terjadi kerumunan dan interaksi di pemakaman. Jadi kami minta masyarakat kegiatan ziarah kubur agar diatur waktunya," sebut Riza.

Lebih lanjut Riza mengatakan pihaknya akan menerapkan kebijakan pembatasan pengunjung yang akan melakukan ziarah ke pemakaman saat Lebaran. Namun politikus Gerindra ini belum memerinci terkait teknis kebijakan pembatasan tersebut.

"Ya semua ada pembatasan di tempat-tempat ada pembatasan termasuk di pemakaman kami minta ada pembatasan dan dikurangi," pungkas Riza.

Pemprov DKI Jakarta melakukan pelbagai upaya untuk mencegah lonjakan COVID-19 pada saat Lebaran. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan SIKM sebagai syarat perjalanan keluar-masuk pada masa larangan mudik.

"Terkait SIKM juga sudah dikeluarkan," katanya.

Riza mengatakan pihaknya akan melakukan seleksi ketat bagi warga yang hendak mengurus SIKM. Menurutnya, SIKM itu hanya diberikan kepada pekerja esensial hingga warga yang melakukan perjalanan mudik mendadak akibat urusan kedukaan.

"Kami minta dapat diberikan orang tertentu saja. Hanya keperluan pekerjaan yang pekerjaan yang penting yang ensensial. Lalu yang hamil, kegiatan persalinan, ada yang meninggal dunia. Yang lain-lain tidak diperkenankan, itu pun harus diikuti dengan rapid antigen," sebut Riza.

Tonton juga Video: Jelang Ramadhan, Warga Jambi Ziarah Kubur

[Gambas:Video 20detik]

(ygs/mea)