Isu Klenik Babi Ngepet hingga Tuyul Muncul karena Depresi Ekonomi

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 22:10 WIB
Ahli sejarah JJ Rizal
Budayawan Betawi JJ Rizal (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Isu babi ngepet di kawasan Bedahan, Depok, Jawa Barat, yang baru-baru ini menjadi heboh dipastikan rekayasa. Atas dasar itu, budayawan Betawi JJ Rizal menilai Kota Depok gagal menerapkan kultur Islam puritan.

"Ironinya terjadi di kawasan yang salafiah, jadi menurut saya gagalnya proyek besar untuk menumbuhkan kultur Islam yang lebih puritan," kata Rizal dalam program d'Rooftalk bertema 'Gaduh Mitos Babi Ngepet' yang disiarkan detikcom, Selasa (4/5/2021).

Rizal menyoroti pihak yang merekayasa isu babi ngepet tersebut dikenal sebagai ustaz. Terlebih, menurutnya, bulan puasa menjadi peluang kepercayaan klenik itu masuk dengan mudah.

"Saya pikir bulan puasa itu mengingatkan fenomena terhadap munculnya kepercayaan yang sifatnya klenik karena bulan puasa memberi ruang bagi orang lebih kuat secara praktik keberagamaan dan mendorong mereka melakukan proses itu," ujarnya.

"Kita bisa lihat di Depok ini justru munculnya pada bulan puasa dan dilakukan ustaz, ustaznya sendiri gagal menerapkan praktik salafiah," lanjut Rizal.

Lebih lanjut, Rizal juga mengaitkan adanya fenomena ini dengan depresi ekonomi. Berdasarkan literatur pada 1930, Rizal menyebut isu klenik dengan memperkaya diri muncul karena adanya krisis ekonomi.

Sehingga masyarakat percaya dengan fenomena seperti tuyul dan babi ngepet untuk menggandakan uang.

"Kita mungkin harus cari pada fenomena depresi ekonomi, karena kalau kita baca literatur di tahun '30-an ketika Malaise mulai terjadi dan berasa banget di Jawa justru muncul hantu-hantu yang sifatnya memproduksi uang, yang sifatnya memberi keuntungan karena krisis," ujarnya.

"Orang semakin banyak depresi karena pengangguran yang besar, dan kecenderungan kekayaan itu dengan mudah akan tersorot," lanjut Rizal.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, ide soal babi ngepet ini dikarang Adam Ibrahim bersama sejumlah rekannya saat ronda. Awalnya mereka menyusun skenario sandiwara babi ngepet untuk mengakhiri isu kehilangan uang yang dibicarakan warga. Isu itu berdasar laporan warga sejak Maret lalu, ada warga yang mengaku kehilangan Rp 1 juta dan Rp 2 juta.

Adam bersama 7 temannya lalu patungan babi untuk beli di situs online. Mereka lalu mengarang cerita menangkap babi ngepet dengan cara bugil. Belakangan, setelah terungkap rekayasa, Adam meminta maaf karena membuat heboh.



Simak Video "Gaduh Mitos Babi Ngepet"
[Gambas:Video 20detik]
(eva/jbr)