Legislator PDIP: Segera Bereskan Peredaran Sianida!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:31 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Pelaku takjil sianida (PIUS ERLANGGA/detikcom)
Jakarta -

Penyalahgunaan cairan sianida kembali terjadi di kasus takjil maut berujung tewasnya anak seorang pengemudi ojek online di Yogyakarta. Legislator PDIP di Senayan mendesak agar peredaran sianida segera dibereskan.

"Aturan peredaran sianida harus segera diberesin," kata anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Menurut Handoyo, peredaran sianida harus jelas siapa pembeli yang menggunakan cairan berbahaya itu. Identitas dan tujuan pembeli sianida harus diketahui.

"Seperti kita ketahui, dalam aturan internasional, peredaran bahan sangat berbahaya seperti sianida harus jelas dan clear siapa yang memberi, termasuk data pembeli. Ini terlihat dari aturan tersebut, seperti identitas pembeli jelas, alamat, maksud dan tujuan, kadar yang dibeli, kandungan yang ingin digunakan," ujar Handoyo.

"Artinya, siapa pun harus membuat konfirmasi atau statement bahan ini digunakan untuk tujuan yang bermanfaat. Itulah aturan di internasional," tambahnya.

Aturan mengenai peredaran sianida, menurut Handoyo, berada di beberapa instansi pemerintah. Hal ini, kata Handoyo, harus diperjelas agar tak saling lempar tanggung jawab.

"Dan menyoal beberapa kali terjadi penyalahgunaan sianida dengan kasus beberapa kali tewasnya korban karena sianida perlu segera membereskan dan yang bertanggung jawab, mengingat aturan soal sianida ada di beberapa instansi sehingga potensi saling lempar tanggung jawab terhadap kasus sering muncul di muka," ucapnya.

Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).Rahmad Handoyo (Foto: dok. pribadi)

Tata kelola penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti sianida, menurut Handoyo, harus terintegrasi, sehingga peredarannya pun bisa terdeteksi.

"Untuk itu, pemerintah harus bergerak cepat mengambil langkah untuk mengawasi peredaran sianida, secara holistik dan terhindarkan dari saling lempar tanggung jawab. Sehingga potensi zat berbahaya nan mematikan agar sianida tidak disalahgunakan untuk tindak kejahatan, bisa diminimalkan," imbuhnya.

Pelaku takjil sianida adalah Nani Apriliani Nurjaman (25). Fakta baru sebelumnya diungkap oleh ketua RT tempat tinggal pelaku kasus takjil sianida Nani Aprilliani Nurjaman di Bantul, Yogyakarta. Ternyata Nani dan target sate beracun sianida racikannya, yakni Tomy, disebut telah menikah siri.

"Kalau tinggal di sini sudah setahun sama istri siri. Karena dulu itu waktu silaturahim ke tempat saya awalnya itu ngebel (menelepon) Pak Tomy sama Mbak Nani ke sini buat laporan," kata Ketua RT 3 Pedukuhan Cepokojajar, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Agus Riyanto (40), kepada wartawan, Selasa (4/5).

(rfs/gbr)