Jemaah Masjid di Bekasi Pakai Masker Diusir, PKB Sentil Kemenag

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:14 WIB
Maman Imanulhaq.
Maman Imanulhaq (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Pengurus Masjid Al Amanah, Medan Satria, Bekasi, mengusir seorang anggota jemaah yang memakai masker saat berada di lingkungan masjid. PKB menilai tindakan tersebut harus menjadi evaluasi Kementerian Agama (Kemenag) dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Tindakan pengusiran oleh pengurus DKM ke jemaah memakai masker itu tentu sangat disayangkan, ini harus menjadi evaluasi dari Kementerian Agama dan ormas soal pentingnya memberikan bimbingan kepada pengurus masjid," kata Sekretaris Majelis Syuro PKB Maman Imanulhaq kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Menurut Maman, pengurus masjid di Bekasi itu seharusnya dibimbing menjadi sosok yang profesional. Tak lupa dibekali soal nilai-nilai kesehatan.

"Yang pertama adalah bimbingan bagaimana manajemen masjid itu harus betul-betul menjadi manajemen yang profesional, transparan, dan juga mengedepankan nilai-nilai kesehatan dan kebersihan," ujar Maman.

Bimbingan lainnya, menurut Maman, soal substansi ajaran Islam. Yakni, kata Maman, membawa kajian Islam yang mencerdaskan.

"Yang kedua adalah bimbingan yang bersifat substansi, sehingga DKM masjid memahami bahwa Islam itu adalah energi untuk transformasi, untuk perdamaian, sehingga dari masjid harus keluar kajian Islam yang partisipatoris, Islam yang mencerahkan dan mencerdaskan," ucap Maman.

Bimbingan terakhir kepada pengurus masjid, menurut Maman, adalah soal melihat bagaimana kondisi masyarakat saat ini. Seperti pemahaman kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

"Yang ketiga, bimbingan itu pun harus bersifat realistis, artinya pengurus masjid harus dibekali pengetahuan mereka tentang sebuah kondisi realitas yang sedang terjadi, termasuk COVID. Mereka harus tahu, penanganan COVID adalah kewajiban bersama yang harus ditaati," sebut Maman.

Tindakan pengusiran dan pelarangan terhadap seorang jemaah di Bekasi yang menggunakan masker disebutnya mencerminkan pengawasan sempit pengurus masjid. Pemahaman sempit ini menurut Maman perlu ada bimbingan.

"Oleh sebab itu, maka ketika ada program pencegahan COVID dengan wajibnya kita memakai masker, prokes, itu tidak tidak ditaati, ini menunjukkan sosialisasinya kurang, dan pemahaman si DKM masjid itu pun sempit, apa lagi dia pake dalil yang tidak nyambung, dalil tentang Masjidil Haram dipake untuk dalil Masjid Al Amanah," ucap Maman.

"Nah, sempitnya wawasan DKM itu lah yang kadang-kadang membuat masjid-masjid itu menjadi tempat yang subur untuk lalu menjadi provokasi, melakukan provokasi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah," imbuhnya.

(rfs/gbr)