Waspada! Ini Ciri-ciri Makanan Dicampur Sianida

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 07:46 WIB
poison 2
Ilustrasi sianida (Foto: thinkstock)

Lalu, bagaimana jika makanan yang mengandung sianida itu telanjur dikonsumsi?

"Kalau dalam keadaan darurat, menggunakan karbon aktif yang diperjualbelikan antisipasi untuk menyerap racun, kayak obat sakit parut yang terbuat dari karbon aktif," kata dia.

Budiawan menyarankan orang yang terlanjur makanan diduga mengandung sianida segera dibawa ke dokter. Dia mengatakan pertolongan yang lebih cepat didapat bisa menyelamatkan nyawa seseorang.

"Kalau baru makan dia mual, secepatnya bawa ke dokter, kalau dia nggak ada karbon aktif tadi. Nanti di dokter diinfus diberikan semacam cairan untuk mencegah supaya blocking oksigen pernafasannya bisa berjalan lancar," kata dia.

"Karena kerja dari racun itu memblok oksigen pernapasan kita, makanya jadi tersesak-sesak, itu sebenarnya bisa cepat diantisipasi. Tapi kalau kasus yang terjadi itu terutama anaknya itu jauh lebih rentan dari orang dewasa dan orang tuanya. Jadi dengan dosis yang didapatnya itu yang paling rentan anaknya, karena kemampuan menangkal dosis yang diberikan itu lebih rentan, makanya orang tuanya itu relatif bertahan," lanjutnya.

Polisi sebelumnya menyebut racun yang terkandung pada takjil sate yang menewaskan anak driver ojek online (ojol), di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Naba Faiz Prasetya (10) adalah kalium sianida (KCN). Jenis racun yang digunakan pelaku bernama Nani Apriliiani (25) yakni sianida padat.

"Racunnya berupa kalium sianida atau KCN," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (3/5).

Racun tersebut, kata Burkan, jenis KCN yang padat. Sebab, dari pengakuan pelaku menaburkannya di bumbu sate.

"Sianida ditaburkan ke bumbunya itu (sate), jadi sianidanya yang (jenis) padat," ujarnya.

Halaman

(lir/haf)