Pemerintah Didesak Perketat Aturan Jual-Beli Sianida

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 06:46 WIB
poison 2
Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Budiawan menjelaskan sianida dan sejenisnya juga dijual sebagai racun tikus. Hal itu, kata Budiawan, harus digunakan sesuai fungsinya.

"Dulu sianida atau sejenis itu untuk dijual-belikan untuk racun hama tikus, tapi biasanya diberikan pewarna karbon, jadi hitam dia. Jadi untuk membedakan bahwa itu racun. Kembali lagi itu tak bisa terelakkan penjualan hama tikus itu diizinkan memang ada ketentuannya. Tapi itu kembali lagi, khusus racun tikus dan dikemas khusus," tutur dia.

Budiawan mengatakan sianida biasanya digunakan untuk industri pertambangan. Zat itu sangat berbahaya jika masuk ke tubuh.

"Itu karena kebutuhan industri kok pada umumnya, untuk pertambangan emas. Itu buat industri pertambangan atau industri pewarna," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap Nani Aprilliani Nurjaman (25) yang diduga sebagai pelaku pengirim takjil beracun sianida yang menewaskan anak driver ojol di Bantul. Nani diduga menggunakan racun kalium sianida (KCN) yang dibeli via online.

Polisi juga mengungkap Nani pernah memiliki hubungan khusus dengan target penerima paket, Tomy. Tomy diketahui merupakan warga Bangunjiwa, Bantul.

"Barang (kalium sianida) dipesan melalui aplikasi jual beli online dan sudah cukup lama yang membeli, sejak bulan Maret," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, Senin (3/5).


(lir/haf)