Viral Kerumunan SOTR di Bogor, Camat Babakan Madang Tegur Kepala Desa

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 14:51 WIB
SOTR remaja di Kabupaten Bogor.
SOTR remaja di Kabupaten Bogor. (Foto: screenshoot video)
Bogor -

Viral di media sosial kegiatan sahur on the road (SOTR) di Kabupaten Bogor. Camat Babakan Madang Cecep Imam menegur kepala desa.

Kegiatan SOTR itu viral dan memperlihatkan sejumlah remaja melakukan konvoi dengan berjalan kaki dan memakai sepeda motor. Mereka juga berteriak 'sahur' dan memukul-mukul beduk. Kegiatan itu terlihat di sekitar Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Camat Babakan Madang Cecep Imam menuturkan SOTR yang viral itu terjadi pukul 02.00 WIB pada Minggu (2/5) kemarin. Cecep menyebut SOTR tersebut terjadi tanpa sepengetahuan.

"Kalau tahun kemarin atas dasar politis, kalau tahun sekarang, ya mereka (melakukan kegiatan) tanpa kendali lah intinya. Tanpa kendali, tanpa sepengetahuan, yang lain pukul 02.00 WIB pada tidur, ini malah melaksanakan sahur on the road," kata Cecep, saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Dia menjelaskan kegiatan SOTR dilarang karena mengundang kerumunan. Cecep mengaku telah menegur seluruh kepala desa (kades) di Babakan Madang karena kegiatan SOTR tersebut.

"Yang namanya sahur on the road, arahan bupati, tidak boleh dilaksanakan. Dan kita pun sudah membuat teguran, membuat arahan, membuat imbauan kepada seluruh kepala desa agar melaksanakan sesuai dengan perintah atau yang diperintahkan bupati. Tidak melaksanakan hal yang memang memunculkan kerumunan, gitu aja," jelasnya.

"Betul (para kades ditegur), barusan saya koordinasi dan beliau pun tidak tahu akan terjadi seperti itu," tambah Cecep.

Dia mengatakan kebanyakan para remaja yang ikut dalam SOTR tersebut. Dari penelusuran yang dilakukan, remaja yang ikut SOTR berasal dari berbagai tempat sehingga bukan hanya warga Babakan Madang.

"Ya itu gabungan (remaja tersebut). Katanya dari Sentul, ada dari Kadumangu, gitu lho. Mungkin dari luar-luar wilayah, (warga) Citeureup juga, gabung ke situ. Karena mereka konvoi. Hanya yang viral, pas di Royal (Sentul Park) itu kan. Karena dia konvoi gitu. Mungkin bisa ke Citeureup, ke mana-mana," kata dia.

Cecep berharap kejadian tersebut tidak terulang. Dia mengaku akan berkoordinasi ke kecamatan lain untuk mengantisipasi adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

"Makanya ada sinergitas, ada koordinasi yang baik. Kami tidak menuduh karena kalau deteksi tadi, bukan warga kita saja. Ada warga luar, katanya gitu. Dan mereka bergabung, melintas, ya kayak arak-arakan gitu, kaya pawai gitu. Jadi saya harap dengan adanya viral seperti ini, saya mengingatkan ke teman-teman di wilayah, di kecamatan-kecamatan yang ada potensi itu harus lebih waspada. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi jadi note, jadi catatan, kita tidak memungkiri bahwa itu yang viral itu masuknya ke wilayah kita, gitu," ucap Cecep.

Tonton juga Video: Ini Lokasi Jalan Arah Tanah Abang yang Ditutup Imbas Kerumunan

[Gambas:Video 20detik]



(sab/idn)