Anggota DPR Aceh Soroti Bank Syariah: ATM Sering Kosong-Gagal Transfer

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 12:02 WIB
ELMONT, NY - JUNE 07: during the Belmont Stakes at Belmont Park on June 7, 2014 in Elmont, New York.  (Photo by Mike Ehrmann/Getty Images)
Ilustrasi ATM (Foto: Mike Ehrmann/Getty Images)
Banda Aceh -

Anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi menyoroti pelayanan bank syariah di Aceh yang kerap menimbulkan masalah. Dia menyebut ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

"Terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa perbankan di Aceh, terutama dalam hal pelayanan ATM yang sering kosong dan gagal transfer, saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRA di Aceh," kata Asrizal kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

Untuk diketahui, saat ini di Aceh hanya terdapat bank syariah. Politikus PAN ini menyebutkan, ATM bank syariah kerap kosong hingga berhari-hari dan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya.

"Misal saat nasabah ingin menarik uangnya, saldo telah terpotong namun uang tak keluar dari mesin ATM tersebut," jelas Asrizal.

Dia meminta pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dewan pengawas keuangan syariah untuk menegur penyedia jasa perbankan tersebut. Persoalan yang timbul itu dinilai merugikan nasabah di Tanah Rencong.

"Berbeda kasus bila ini di luar Aceh, bila ada masalah, mereka masih bisa mencari ATM bank konvensional lainnya. Namun kalau di Aceh pilihan ini sudah tidak ada lagi, hanya unit bank syariah sajalah yang tersedia," tutur anggota Komisi III DPR Aceh ini.

"Saya meminta agar pihak bank terutama Bank Syariah Indonesia (BSI) meliputi BRI Syariah, BSM dan BNI Syariah agar tidak lalai dengan kewajibannya, karena ATM mereka paling banyak di Aceh. Jangan gara-gara ulah mereka masyarakat akan berpandangan negatif terhadap sistem perbankan syariah," lanjutnya.

(agse/jbr)