Federasi Serikat Pekerja Pertamina: Energi Harus Selalu Dikuasai Negara

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 11:19 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menghelat acara pengukuhan sekaligus pengenalan kepengurusan baru periode 2021-2024 kepada stakeholders FSPPB. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 2021.

Presiden FSPPB 2021-2024, Arie Gumilar menyebut ini momentum luar biasa, karena 1 Mei adalah Hari Buruh Nasional. Dengan memanfaatkan momentum tersebut, ia juga berharap mudah-mudahan pengurus yang telah ditetapkan juga memiliki semangat perjuangan yang sama baik dengan buruh internasional.

Selan itu bertepatan di bulan Ramadhan ini ia juga berharap pengurus bisa diridai dan dirahmati Allah SWT. Adapun dalam acara ini, Arie mengundang para stakeholders dari internal dan eksternal perusahaan. Namun tak semua bisa diundang karena masih dalam masa pandemi dan mengikuti protokol kesehatan.

"Kita mengundang para stakeholders yang selama ini sama-sama berjuang, untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dan juga dalam mewujudkan kedaulatan energi. Harapan kita kedepan mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan kekompakan di kepengurusan, solid dengan jiwa korsa berjuang bersama-sama. Karena saya yakin bahwa perjuangan kedepan akan lebih berat lagi dari sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Arie juga mengatakan soal Pertamina yang tidak akan terganggu dengan hadirnya energi baru terbarukan. Menurutnya tidak hanya bicara soal minyak dan gas saja, sebab sejak 2009 Pertamina sudah menyiapkan diri menjadi perusahaan energi.

"Di mana yang namanya energi itu harus berdaulat. Karena salah satu kedaulatan yang menopang kokoh tidaknya suatu negara selain kedaulatan pangan dan ekonomi itu adalah juga kedaulatan energi," ujarnya.

Arie menjelaskan energi tidak akan pernah habis dan akan selalu dibutuhkan manusia sampai hari kiamat. Namun mungkin hanya bentuknya yang bertransformasi, seperti dulu sebelum mengenal minyak bumi masyarakat menggunakan kayu bakar. Lalu setelah ada minyak bumi barulah bergeser.

"Minyak bumi pada akhirnya akan habis karena energi yang tidak bisa terbarukan. Kemungkinan akan bergeser ke energi baru terbarukan," jelasnya.

Ia juga menyebut EBT sangat banyak jenisnya di Indonesia, salah satunya adalah panas bumi dan energi laut. Ini mungkin tidak dimiliki negara lain, apalagi Indonesia berada di garis khatulistiwa. Menurutnya bioenergi bisa tumbuh subur di negeri ini, artinya ke depan bisa saja Pertamina bertransformasi menjadi perusahaan energi baru terbarukan dan yang terpenting adalah memperjuangkan penguasaan energi itu.

"Yang jelas yang selalu kita perjuangkan bagaimana penguasaan energi itu tetap selalu dikuasai oleh negara sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 2," paparnya.

Kepala Bidang Media FSPPB, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan agar seluruh rakyat Indonesia bisa mendoakan kepengurusan yang baru terpilih sehingga selalu amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya serta agar ketiga pilar penopang Pertamina, yakni direksi, dekom, dan FSPPB bisa saling membahu untuk bisa mencapai tujuan bersama-sama dan membawa Pertamina semakin jaya.

SVP Human Capital Development PT Pertamina, Tajudin Noor mengharapkan dengan kepengurusan baru ini, ke depannya sebagai mitra strategis pihaknya siap dari perusahaan untuk bersinergi memajukan perusahaan khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan.

"Saya pikir sinergitas antara serikat pekerja dengan perusahaan itu merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. Karena bagaimanapun ini adalah organisasi yang menjadi tumpuan semua pekerja kita dan diakui oleh negara, kebebasan berserikat," jelasnya.

Ia juga percaya FSPPB di bawah kepemimpinan Arie akan berkomitmen memajukan perusahaan. Ia menyebut Arie orangnya wise dan sangat komit memajukan perusahaan karena Arie tahu yang paling penting untuk perusahaan, karena dengan majunya perusahaan maka secara otomatis akan membawa kebaikan untuk pekerja.

(ega/ega)