Hardiknas 2021, Syarief Hasan Ungkap Harapannya untuk Insan Pendidikan

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 10:43 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional menyampaikan selamat kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Terutama bagi insan pendidikan yang telah bekerja keras memajukan pendidikan nasional

"Saya atas nama pribadi, Partai Demokrat, dan Pimpinan MPR RI menyampaikan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2021 kepada seluruh insan pendidikan yang telah bekerja keras membangun dan memajukan pendidikan di Indonesia," ungkap Syarief dalam keterangannya, Senin (3/5/2021)

Syarief berharap, insan pendidikan dapat terus hadir sebagai pembangun dan perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya insan pendidikan harus mampu hadir di tengah masyarakat dengan latar belakang keilmuannya agar mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai insan pendidikan berkontribusi besar dalam menjadikan pandemi COVID-19 sebagai momentum kebangkitan bangsa. Syarief menjelaskan selama setahun terakhir, Indonesia harus merasakan hantaman keras dalam berbagai lini kehidupan dikarenakan pandemi.

"Sehingga, diperlukan peran berbagai sektor, termasuk insan pendidikan dalam menyelesaikan persoalan ini secara bersama-sama," ungkapnya.

Syarief menyebut insan pendidikan bisa membantu pemerintah memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pandemi COVID-19. Pasalnya sampai hari ini, pandemi belum melandai karena kurangnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan

"Insan pendidikan sebagai kaum terdidik menjadi garda terdepan dalam rangka edukasi masyarakat," ungkap Syarief.

Ia juga menegaskan pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya pendidikan nasional harus dikembalikan pada filosofi pendidikan yang dibangun oleh Ki Hadjar Dewantara dengan meletakkan pendidikan pada aspek agama, budaya, dan ke-Indonesia-an.

Syarief menegaskan bahwa Partai Demokrat akan terus mengawal berbagai isu-isu pendidikan di Indonesia.

"Kami akan terus mengawal agar pendidikan nasional tetap pada falsafahnya, seperti hilangnya frasa agama dalam visi pendidikan, terhapusnya mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia, hingga pelayanan pendidikan yang masih kurang memadai sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kami kepada seluruh insan pendidikan dan rakyat Indonesia," tutupnya.

(ega/ega)