Berkaca Pasar Tanah Abang, PKB Minta Wisata Ditutup Saat Libur Lebaran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 08:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Kerumunan Pasar Tanah Abang (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Pengunjung Pasar Tanah Abang membeludak akhir pekan kemarin sehingga dinilai riskan dengan penyebaran virus Corona (COVID-19). Berkaca dari membeludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang, elite PKB Luqman Hakim meminta tempat wisata ditutup selama libur Lebaran.

"Membeludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta beberapa hari ini, juga terjadi di banyak daerah. Saya menerima laporan seminggu terakhir terjadi peningkatan aktivitas belanja masyarakat di pasar-pasar, mal, dan swalayan di banyak daerah dalam rangka belanja kebutuhan Lebaran," kata Luqman Hakim kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Di satu sisi, Luqman gembira melihat fenomena ramainya pengunjung di pasar sebagai tanda geliat dan kekuatan daya tahan ekonomi masyarakat. Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, jauh beda dengan waktu yang sama menjelang Lebaran tahun kemarin yang sepi.

"Tapi, pada saat yang sama, fenomena keramaian tempat-tempat perbelanjaan saat ini, sungguh mengkhawatirkan. Karena potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan secara masif di banyak tempat. Jika sampai tak terkendali, kita layak khawatir pasca-Lebaran akan terjadi lonjakan tinggi penyebaran COVID-19 di Tanah Air," ujar Luqman.

Luqman memohon kepada semua kepala daerah untuk melaksanakan keputusan pemerintah pusat mengenai larangan mudik Lebaran tahun ini. Luqman menilai jangan main-main dengan ancaman penyebaran COVID-19.

Selain itu, Luqman meminta Presiden Jokowi dan Menparekaref Sandiaga Uno mempertimbangkan kebijakan tempat wisata dibuka selama libur Lebaran. Luqman meminta Presiden Jokowi dan Sandi menutup lokasi wisata selama libur Lebaran.

"Saya memohon kepada Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno agar mempertimbangkan kembali kebijakan pembukaan tempat-tempat wisata pada saat libur Lebaran. Lebih jelasnya, saya minta agar seluruh tempat wisata ditutup penuh selama masa libur Lebaran (6-17 Mei 2021)," ucap Luqman.

"Saya pesimis pemerintah memiliki cukup aparat untuk menjaga tempat-tempat wisata, memastikan tidak terjadi pelanggaran prokes secara massif apabila dibolehkan buka selama libur Lebaran. Setelah libur Lebaran selesai, silakan jika pemerintah akan membuka kembali tempat-tempat wisata, selama memiliki keyakinan mampu memastikan protokol kesehatan dapat berlaku dengan ketat di sana," imbuhnya.

Tonton video 'Ancaman Mengkhawatirkan dari Kerumunan di Tanah Abang':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2