Round-Up

Sebelas Dua Belas Aksi Gibran dan Bobby Pecat Bawahan Culas

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 07:54 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Foto: Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution (dok. detikcom)

"Hari Senin (lurah) dibebastugaskan. Pokoknya nanti habis ini semuanya akan diproses oleh Inspektorat dan dinas terkait," kata Gibran setelah memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Solo, Minggu (2/5/2021).

Gibran menyebut tindakan itu dilarang dalam Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Hari Raya. Pada poin 4 tertulis larangan meminta dana dengan mengatasnamakan tunjangan hari raya ataupun sebutan lain.

"Tertulis jelas (penarikan dana) shodaqoh, zakat, fitrah itu salah makanya ini langsung kita bebas tugaskan. Nggak mau lama-lama, sudah sangat bikin warga kurang nyaman," ujar dia.

Aksi Gibran mencopot lurah bermasalah dinilai sebagai upaya menunjukkan kemampuan. Selain itu, Gibran dinilai ingin menunjukkan bahwa dia bisa tegas kepada bawahan.

"Gibran ingin menunjukkan kepada publik bahwa sebagai Wali Kota Solo dia bisa bertangan besi, bisa keras kepada pihak-pihak yang tidak sesuai dengan prosedur, seperti lurah pungli. Ini yang saya sebut, Gibran ini mulai unjuk kebolehan sebagai wali kota," kata Direktur Parameter Politik, Adi Prayitno.

Adi menyebut publik menilai Gibran bisa menjadi wali kota karena embel-embel anak presiden. Karena itu, menurutnya, keputusan memecat lurah yang diduga terlibat pungli ini adalah upaya Gibran 'melawan' penilaian publik.

"Kan selama ini publik menilai Gibran jadi wali kota terlampau mudah karena dia anak presiden dan tidak didasarkan pada rekam jejak, kapasitas, kompetensi, dan leadership. Nah, sepertinya pemecatan lurah pungli ini sebagai unjuk kebolehan dari Gibran kepada publik bahwa dia bisa bekerja dengan tegas, dengan keras kepada pihak-pihak yang memang tidak sesuai dengan kaidah dan norma demokrasi dan pemerintahan," papar Adi.

"Jadi Gibran di sini tidak mau disebut sebagai wali kota yang duduk manis, menang. Tapi sekali lagi, dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa melakukan apa saja, tangan besi kepada pihak yang menurut dia melanggar hukum dan aturan," imbuhnya.

Sama halnya dengan Gibran di Solo. Adi juga menilai Bobby sedang unjuk kebolehan dengan memecat lurah ketahuan pungli.

"Kan polanya hampir sama dengan Bobby di Medan. Bobby juga memecat orang yang dinilai melakukan tindakan-tindakan extra ordinary kan. Baik Gibran ataupun Bobby sepertinya mulai ingin menunjukkan kepada publik bahwa dia bisa unjuk kebolehan menjadi wali kota," terangnya.


(rfs/rfs)