Jokowi Akui Tipe Pelajar Tak Mau Kalah Ketika Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 20:10 WIB
Poadcast Jokowi dan Nadiem tentang Hari Pendidikan Nasional
Foto: Jokowi dan Nadiem (YouTube Sekretariat Kabinet)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim membuat podcast peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2021. Pada acara ini Jokowi dan Nadiem saling berbagi cerita mengenai pendidikan di Indonesia.

Saat perbincangan yang disiarkan oleh YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/5/2021) itu, Nadiem dan Jokowi saling bertanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan Nadiem adalah meminta Jokowi untuk menjelaskan kepribadiannya saat belajar dulu.

"Saya boleh tanya, tipe pelajar apa sih Pak Presiden ketika sekolah dan waktu kuliah dulu Pak?" tanya Nadiem kepada Jokowi.

Jokowi lantas menjawab tipe orang yang tak mau kalah. Hal itu dialami Jokowi mulai di bangku sekolah dasar.

"Kalau saya orangnya memang waktu entah itu di SD, SMP, SMA di universitas memang tak mau kalah. Artinya gini, artinya kalau saya melihat teman saya misalnya malam belajar satu jam, saya tahu di belajar 1 jam, saya belajarnya 2 jam. Habis subuh misalnya teman saya belajar 30 menit, saya belajar 1 jam. Juara satu misalnya, saya melihat belajarnya malam 2 jam, saya 4 jam," jawab Jokowi.

"Misalnya gitu, tidak mau kalah di situ maksud saya. Kenapa saya seperti itu? Karena dengan belajar kita bisa mewujudkan cita-cita," sambungnya.

Selain tekun belajar, Jokowi mengaku sebagai pecinta alam. Dia menyebut mempelajari banyak hal dari alam.

"Tapi juga saya aktif utamanya di pecinta alam. Saya memang senang dan juga bisa belajar di mana saja. Belajar kan tidak hanya di kampus, tapi di alam kita bisa belajar. Dan pendidikan yang kita peroleh di luar ruang kelas juga sama pentingnya dengan pendidikan yang kita terima di dalam kelas. Kadang bisa lebih penting," kata Jokowi.

Selain itu, Nadiem juga menceritakan perubahan pendidikan saat pendemi Corona. Utamanya, pendidikan saat pendemi ini mengharuskan guru untuk mengusai teknologi dengan cepat.

"Kita juga udah melihat belum pernah kita melihat jumlah guru yang hari ini terpaksa untuk mempelajari berbagai macam platform pendidikan. Itu kalau tidak ada pandemi tidak mungkin pak, bisa 10 tahun mencapai, tetapi karena pandemi jumlah guru dan orang tua yang belajar teknologi Pak, luar biasa," kata Nadiem.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3