Pernyataan Lengkap Anies soal Skema Jam Tutup Pasar Tanah Abang

Karin Nu - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 16:15 WIB

Begini pernyataan lengkap Anies:

Sore hari ini kami bersama dengan Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Dirut Pasar Jaya, jajaran pemprov baru saja menuntaskan hasil pengendalian kegiatan mulai hari ini yang nantinya kemudian akan dijadikan sebagai protokol untuk pengendalian di kawasan Tanah Abang ini.

Jadi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hari Sabtu kemarin terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang pada hari-hari sebelumnya sekitar 35 ibu, kemarin melonjak menjadi 87 ribu, dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung.

Nah, Pengendalian dilakukan dengan mengerahkan sekitar 2.500 personel. Terdiri dari unsur polisi, ada brimob ada sabhara, unsur TNI ada dari Kodam, ada dari AL, marinir dan AU, paskhas, dan juga dari Satpol PP. Keseluruhannya kira-kira 2.500 orang diterjunkan untuk menjaga agar ketertiban mengikuti protokol kesehatan dilakukan.

Jadi mulai sore ini pasar akan ditutup dengan dibagi, ada yang tutup jam 04.00 dan ada yang tutup jam 05.00 untuk menghindari keluar bersamaan dan kemudian menuju pada titik yang hampir sama, karena hari kemarin yang menggunakan kereta api 45 ribu. Jadi hampir separuh dari mereka yang datang di kawasan ini menggunakan kereta api.

Jadi sore hari ini pun pengendalian akan dilakukan di kawasan pasar maupun di kawasan sekitar stasiun. Nanti akan bertugas di sana marinir dan dari paskhas untuk mengendalikan agar antrean masuk ke dalam stasiun bisa mengikuti protokol kesehatan.

Sudah ada pembahasan antara kami dengan Dirut PT KAI bahwa KCI akan melakukan penyesuaian jam operasi. Nanti detailnya akan diumumkan setelah pembicaraan teknis tuntas. Tapi sebagai ancar-ancar bahwa situasi di pasar ini jam kedatangan orang itu berbeda-beda. Ada yang datang pagi, ada yang datang siang, tapi jam pulangnya bersamaan. Begitu pasar tutup, pada saat itu semua orang pulang bersamaan. Karena itu mulai besok sore akan ada perubahan jadwal kereta KCI yang melintasi Stasiun Tanah Abang.

Jadi sore besok pukul 03.00 sampai dengan 07.00, KCI tidak akan berhenti di Tanah Abang, sehingga tidak mengangkut penumpang dari sana. Detailnya nanti Daop 1 bersama dengan Dishub akan menyampaikan sama-sama secara lengkap.

Kemudian untuk alternatif, Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus TransJakarta yang akan beroperasi dari Jalan Jatibaru mengangkut penumpang menuju stasiun-stasiun yang lain. Sehingga bagi para penumpang yang mau menggunakan atau bagi para pedagang dan mereka yang datang ke pasar, yang perlu kendaraan umum bisa difasilitasi kendaraan yang lain.

Adapun di dalam kawasan pasar kita akan operasikan mulai besok pagi bahwa tidak boleh ada pedagang pasar yang berjualan di luar kawasan pasar, di luar gedung-gedung pasar. Jadi di jalan-jalan di trotoar tidak boleh ada kegiatan berjualan. Besok petugas kita akan berjaga. Semua kegiatan transaksi jual beli dilakukan di dalam pasar, karena dalam kenyataannya sering kita temukan menitipkan barang dagangan dijual di luar yang akibatnya menimbulkan kerumunan dan itu berisiko. Jadi pada sore hari ini kita siapkan mekanisme pengendalian u dilaksanakan hari ini.

Tadi sepanjang hari, alhamdulillah dari jajaran Dirlantas sudah melakukan rekayasa lalin sehingga ikut mencegah terjadinya kerumunan karena jumlah orang yang masuk ke dalam kawasan pasar ditentukan. Bila pasar penuh, maka jalan-jalan ditutup pengunjung tidak bisa masuk itu di jalannya. Di pintu-pintu juga begitu, disiapkan petugas. Ketika jumlah orang di dalam pasar masih banyak, maka pintu ditutup sehingga warga tidak masuk sampai jumlahnya berkurang. Jadi kebijakan buka tutup ini akan jalan terus, besok, buka tutup lalin, buka tutup pintu pasar, pengendalian masuk keluar lewat stasiun dan juga penertiban di jalan-jalan sekitar kawasan Tanah Abang. Intinya kita lakukan pengendalian di sini.

Tapi, pesan lain yang penting yang kami ingin sampaikan pada seluruh masyarakat, bahwa di Jakarta ada banyak pasar. Kami menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk mendatangi berbagai pasar yang ada di Jakarta selain Pasar Tanah Abang ini. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan barangnya tanpa harus mendapatkan risiko datang di tempat yang penuh kerumunan. Kami perlu garis bawahi bahwa ini tugasnya bersama-sama. Kami dari sisi pemerintah, bersama TNI-Polisi menjaga ketertibannya, tapi kami juga mengimbau kepada masyarakat bila mau berbelanja, maka tentukan lokasi yang memang tidak penuh yang memang lebih longgar. Dengan begitu kita sama-sama mencegah kerumunan dan sama-sama menjaga kesehatan.

Demikian teman-teman sekalian penjelasan yang bisa kami sampaikan dan harapannya mohon pesan untuk warga agar menyebar tidak hanya di satu lokasi belanja, dibantu untuk digaungkan sehingga kita bisa sama-sama mencegah terjadinya kerumunan.


(zak/zak)