Daftar Panjang Mahfud Md Vs Andi Arief, Terbaru soal KKB Papua Teroris

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 11:33 WIB
Mahfud Md dan Andi Arief
Foto: Twitter Mahfud Md
Jakarta -

Baru-baru ini muncul lagi pertentangan antara Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan KeamananMahfud Md dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief. Berikut ini catatan pertentangan dan saling balas komentar Mahfud Md dan Andi Arief, bahkan sebelum nama pertama jadi menteri.

Mahfud Md versus Andi Arief terkait pelanggaran pemilu, kasus narkoba Andi Arief, hingga yang teranyar soal status KKB Papua sebagai teroris. Pertentangan di antara keduanya sering berawal dari media sosial Twitter dan dapat disaksikan publik. Berikut ini daftarnya:

Kecurangan Pemilu

Andi Arief menyoroti pernyataan Mahfud Md soal perbedaan jumlah suara dalam sengketa pemilu yang disampaikan di acara 'Indonesia Lawyers Club (ILC)' pada Januari 2019. Saat itu, Mahfud belum menjadi menteri Presiden Jokowi.

"Pernyataan paling berbahaya dari Prof @mohmahfudmd di ILC adalah: KPU atau siapapun yang dianggap curang kalau tidak melebihi perbedaan suara antarpaslon aman-aman saja. Dengan logika berbahaya dari Prof @mohmahfudmd, kalau ada kecurangan 4 juta suara tidak apa-apa, selama perbedaan suara antar capres adalah 9 juta. BAHAYA," cuit Andi Arief, Kamis (10/1/2019).

Dalam acara 'ILC' pada Rabu (8/1), Mahfud Md mengatakan KPU akan selalu dituding curang oleh yang kalah. Tetapi hasil pemilu baru bisa dibatalkan ketika ada kecurangan signifikan.

"Apakah kalau ada yang curang begitu pemilu batal? Tidak. Pemilu atau hasilnya bisa dinyatakan batal manakala kecurangan signifikan. Kalau Anda kalah 5 juta suara tapi bisa membuktikan hanya 1.500 suara, maka Anda tetap kalah. Itu pedomannya. Karena kalau berpikir wah ini hak konstitusional, satu suara curang harus dibatalkan, nggak akan pernah ada pemilu selesai. Oleh sebab itu, hukum mengatur. Curang itu pasti ada, tapi harus signifikan," demikian pernyataan Mahfud Md di ILC.

Lewat Twitter, Mahfud Md menjelaskan pernyataannya yang disoal Andi Arief. Dia menegaskan, bila ada kecurangan 1 juta suara terbukti tapi beda suara antarpasangan calon 3 juta, pemilu tidak dapat dibatalkan. Ini berdasarkan UU 8/2011 tentang Mahkamah Konstitusi.

"Kalau dalam Sengketa Pemilu Anda bisa membuktikan kecurangan 1 juta padahal kalahnya 3 juta maka hasil pemilu tak bisa dibatalkan. Ini ketentuan UU No 8 Tahun 2011. UU ini dibuat pada saat Partai Demokrat berkuasa. Kalau menurut Anda salah gugatlah Partai Demokrat (PD). Kok bilang berbahaya ke gue?" tulis Mahfud Md.

Simak video 'Alasan Pemerintah Nyatakan KKB Papua Sebagai Teroris':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4