Beredar Info Lowongan Kerja di Medsos, PT Pos Pastikan Hoaks

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 11:59 WIB
Pos
Foto: Pos Indonesia
Jakarta -

Beberapa hari lalu beredar gambar surat berisi informasi tentang rekrutmen di PT Pos Indonesia (Persero). Pihak perusahaan memastikan informasi tersebut adalah hoaks.

Surat palsu yang diunggah oleh akun @posindonesia.career tersebut mengatasnamakan PT Pos Indonesia (Persero) dan dilengkapi dengan logo serta alamat salah satu Kantor Regional PT Pos Indonesia (Persero). Dalam surat palsu sebanyak delapan lembar tersebut diinformasikan adanya panggilan tes interview pada Rabu 28 April sampai dengan Kamis 29 April 2021, di salah satu kantor Pos Indonesia di Jakarta, beserta ketentuan tentang tiket dan akomodasi.

Senior Vice President Human Capital PT Pos Indonesia (Persero) Iwan Gunawan memastikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar. Ia menegaskan Pos Indonesia tidak membuat lowongan kerja seperti tertulis dalam surat palsu yang beredar di sosial media tersebut.

"Informasi yang beredar di sejumlah akun sosial media bahwa PT Pos Indonesia (Persero) melakukan proses rekrutmen karyawan adalah tidak benar. Saat ini Pos Indonesia belum merilis informasi terkait proses rekrutmen," jelas Iwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/5/2021).

Iwan lantas menjelaskan prosedur resmi rekrutmen pegawai di Pos Indonesia. Ia menyebut setiap rekrutmen hanya diumumkan melalui akun media sosial resmi Pos Indonesia.

"Dalam proses rekrutmen di PT Pos Indonesia (Persero), informasi akan diumumkan melalui media sosial resmi Pos Indonesia yakni IG : posindonesia.ig; FB: Pos Indonesia dan Twitter: @PosIndonesia. Informasi terperinci ada dalam tautan yang dilampirkan dalam informasi di sosial media tersebut. Selain itu, diumumkan lewat majalah dinding di Kantor Pos," ulas Iwan.

Iwan menyatakan berita hoaks tersebut telah merugikan Pos Indonesia dan tentunya masyarakat.

"Kerugian bagi Pos Indonesia adalah karena informasi bohong tersebut telah mencatut nama PT Pos Indonesia (Persero), dengan berita yang tidak benar dan mensyaratkan adanya sejumlah biaya yang harus dibayar oleh pelamar. Kami tegaskan, bahwa rekrutmen di Pos Indonesia sama sekali tidak ada pungutan biaya. Jadi hoaks ini telah mencemarkan nama baik institusi Pos Indonesia. Selain itu, hal ini juga bisa merugikan masyarakat," paparnya.

Iwan juga menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan secara internal untuk melakukan tracing terkait akun tersebut, dan bila perlu Pos Indonesia akan melakukan somasi.

"Di era digitalisasi informasi ini sudah sangat mudah diakses oleh masyarakat, agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi seperti rekrutmen pegawai, harus dikonfirmasi ulang kepada pihak terkait yang resmi. Kalau hendak mengetahui tentang informasi rekrutmen di PT Pos Indonesia (Persero) silakan memantau sosial media resmi kami atau bisa melalui call center 161," pesan Iwan.

(ncm/ega)