Premi 10 Tahun Diubah Sepihak Jadi Seumur Hidup, Bisakah Saya Tuntut Asuransi?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 07:52 WIB
Ilustrasi Asuransi
Ilustrasi (shutterstock/detikcom)

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi advokat Putra Tegar Sianipar, SH, LL.M. Berikut pendapat hukumnya:

Dear Charles Sinambela,

Menanggapi pertanyaan Saudara yang dikirimkan ke tim detik's Advocate, kami akan memberikan uraian sebagai berikut:

Ketika setuju menjadi nasabah, Saudara meminta penyelenggara asuransi (penanggung) melakukan pertanggungan atas diri Saudara (tertanggung) terhadap suatu keadaan-keadaan tidak menguntungkan atau suatu kehilangan yang mungkin Anda alami di masa depan. Berdasarkan hal itu, Saudara dan penyelenggara akan menandatangani sebuah polis yang isinya mengatur tentang hak dan kewajiban antara penanggung dan tertanggung. Karena itu, perlu kembali dicermati secara menyeluruh isi polis asuransi Saudara terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan di atas.

Apakah Polis Asuransi?


Menurut Pasal 1 angka 6 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.05/2015 Tahun 2015 tentang Produk Asuransi dan Pemasaran Produk Asuransi("Peraturan OJK 23/2015"):


"Polis Asuransi adalah akta perjanjian asuransi atau dokumen lain yang dipersamakan dengan akta perjanjian asuransi, serta dokumen lain yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian asuransi, yang dibuat secara tertulis dan memuat perjanjian antara pihak perusahaan asuransi dan pemegang polis."

Bagaimana kekuatan pembuktian Polis Asuransi?

Pasal 255 KUHD, yang menyatakan:

"Suatu pertanggungan harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta yang dinamakan polis."

Menurut Prof Abdulkadir Muhammad, SH, dalam bukunya 'Hukum Asuransi Indonesia', polis berfungsi sebagai alat bukti tertulis bahwa telah terjadi perjanjian asuransi antara tertanggung dan penanggung.

Pasal 164Het Herzien Inlandsch Reglement("HIR")jo.Pasal 1866KUHPerdataadalah:

a.bukti tertulis;
b.bukti saksi;
c.persangkaan;
d.pengakuan;
e.sumpah.

Dalam bukunya yang berjudul Hukum Acara Perdata, M Yahya Harahap, SH, menyatakan dalam acara perdata bukti tulisan merupakan alat bukti yang penting dan paling utama dibanding dengan yang lain.

Apabila dalam hal ini para pihak dalam polis telah mengakui kebenaran akta/polis tersebut, polis tersebut memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat berdasarkan Pasal 1875 KUHPerdata.

Karena tidak disebutkan di awal, maka kami akan mengasumsikan bahwa penawaran-penawaran agen tersebut tidak dapat dibuktikan secara tertulis. Sehingga berdasarkan asumsi tersebut dapat kami simpulkan bahwa polis yang Saudara pegang memiliki pembuktian lebih kuat dibandingkan dengan penawaran-penawaran agen tersebut.

Polis yang Saudara pegang memiliki pembuktian lebih kuat dibandingkan dengan penawaran-penawaran Agen tersebut.Putra Sianipar, Advokat

Sehingga jika Saudara ingin menggunakan hak hukumnya dengan mengajukan gugatan di pengadilan, maka harus dipastikan terlebih dahulu apakah memang dalam polis asuransi Saudara secara spesifik mendukung pernyataan/dalil Saudara atau tidak. Karena tidak memungkinkan untuk mendasarkan dalil Saudara terhadap sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara tertulis terlebih jika ada dalil lain yang lebih kuat menyatakan sebaliknya. Untuk lebih detailnya, Saudara dapat berkonsultasi dengan ahli hukum atau advokat.


Semoga mencerahkan dan bermanfaat.

Terima kasih.

Putra SianiparPutra Sianipar (dok.pri)


Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M.

Menara Rajawali lt.7-1,Mega Kuningan

Jakarta Selatan


Tentang detik's Advocate
detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh tim detik, para pakar di bidangnya serta akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Berhubung antusias pembaca untuk konsultasi hukum sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak, kami mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam
Tim Pengasuh

detik's Advocate


(asp/asp)