Syahganda Jalani Sidang Vonis Kasus Berita Bohong Omnibus Law Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 07:04 WIB
Aktivis Syahganda Nainggolan di Kantor DPD PDIP Jakarta, Senin (25/4/2016).
Foto: Syahganda Nainggolan (Ari Saputra)
Jakarta -

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok hari ini akan membacakan vonis terhadap perkara berita bohong dan menimbulkan keonaran yang berujung kericuhan demo omnibus law Cipta Kerja. Syahganda Nainggolan duduk sebagai terdakwa dalam perkara ini.

"Sidang perkara putusan Syahganda Kamis, 29 April 2021," ujar Humas PN, Ahmad Fadil saat dihubungi, Rabu (28/4/201) malam.

Sidang putusan itu diagendakan digelar Kamis (29/4) siang. "Pukul 13.00 WIB," ucapnya.

Secara terpisah, kuasa hukum Syahganda, Djuju Purwantoro berharap kliennya divonis bebas oleh hakim. Dia menganggap Syahganda tak bersalah.

"Berharap SN dibebaskan oleh kaim, karena apa yang didakwakan oleh JPU sangat sumir, lemah dan tidak terbukti di persidangan," kata Djuju.

"Cuitan-cuitan SN di Twitter seperti didakwakan Pasal 14 ayat 1,2 dan 15 UU, peraturan hukum pidana, menyiarkan berita bohong tidak pasti, faktanya tidak menimbulkan/berakibat keonaran (secara materiil). Justru SN tidak didakwa dengan UU ITE yang cuitnya (omnibus law) melalui Twitter," sambungnya.

Diketahui, Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Syahganda Nainggolan 6 tahun penjara. Syahganda diyakini menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran yang berujung kericuhan demo omnibus law Cipta Kerja di Jakarta.

"Memutus, menyatakan terdakwa Syahganda Nainggolan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyiarkan berita ataupun berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 14 ayat 1 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dalam dakwaan pertama penuntut umum," ujar jaksa Syahnan Tanjung dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Kamis (1/4).

Syahganda diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 14 ayat 1 Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Jaksa menuntut terdakwa 6 tahun penjara dan membebankan biaya perkara Rp 5.000.

"Menjatuhkan pidana penjara terdakwa Syahganda Nainggolan dengan pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tananan sementara dan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Membebankan terdakwa agar membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000," ujarnya.

Simak Video: Habib Rizieq 'Hadir' di Acara KAMI, Singgung Tahanan Politik

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2