NasDem DKI soal Mafia Karantina: Dinas Pariwisata Ceroboh!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 04:11 WIB
Bendahara Fraksi NasDem DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter
Foto: Ahmad Lukman Jupiter (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Mafia karantina di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Sunarso alis S menggunakan kartu pass Dinas Pariwisata untuk meloloskan WNI dari India agar tak perlu karantina. NasDem DKI Jakarta menyoroti Dispar DKI karena S yang merupakan pensiunan itu masih memiliki kartu pass.

"Seharusnya Dinas Pariwisata memiliki data, kan orang ini sudah pensiun kenapa masih memiliki Id card Dinas Pariwisata, kecerobohan dari Dinas Pariwisatanya nih, kok bisa-bisanya sudah pensiun masih memiliki Id card, kenapa masih diberikan," kata Bendahara Fraksi NasDem DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Jupiter menilai tindakan yang dilakukan S akan berdampak besar. Saat ini, kata Jupiter semua negara menutup pintu masuk bagi orang yang berasal dari India.

"Yang kedua, ini kecerobohan yang sangat luar biasa, sehingga dari hal kecil yang kita anggap sepele tetapi akan berdampaknya besar. Karena sekarang ini seluruh dunia khawatir dan menutup pintu warga negara asing khususnya yang dari India untuk datang ke negara karena banyak sekali kejadian virus yang berada di negara India itu," kata dia.

Jupiter menekankan harusnya Dinas Pariwisata memiliki data karyawan yang pensiun. Jupiter juga meminta agar Dinas Pariwisata memastikan keaslian kartu itu.

"Ini menjadi pelajaran juga untuk kita sikapi bahwa dari Dinas Pariwisata mengeluarkan Id card itu kan pasti didata orangnya, namanya, tanggal lahirnya, kapan dia pensiunnya, apakah Id card yang digunakan itu harus ditanyakan kepada Plt Kepala Dinas, ini cek dulu apakah asli atau tidak Id card-nya, kalau memang palsu saya berharap dari kepolisian akan menindak sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku," kata dia.

Masa berlaku kartu pass itu, kata Jupiter, harusnya tercantum dalam kartu. NasDem meminta agar Dinas Pariwisata menarik kartu pass karyawan yang telah pensiun.

"Kalau sudah pensiun artinya ada berlaku hingga kapan. Setahu saya pasti ada masa berlakunya. Tapi ya sangat disayangkan dengan oknum yang pensiun ini dia tahu bahwa pemerintah sedang berupaya untuk melakukan pencegahan, berusaha bagaimana virus Corona ini segera teratasi dengan baik, apalagi warga negara dari India itu sudah ada statement jelas dari pemerintah pusat, pemda dan Satgas COVID-19, ini menurut saya sesuatu yang sangat kelewatan," ucapnya.

"Seharusnya dari Pemprov DKI Jakarta misalnya Dinas Pariwisata, pasti dia tahu dong mana yang sudah pensiun mana yang tidak, kalau sudah pensiun Id card itu sudah tidak boleh lagi, harus ditarik, dikembalikan. Sama halnya seperti TNI Polri, ketika dia sudah pensiun dia tidak bisa menggunakan Id card itu," lanjutnya.

Tonton Video: Ini Peran Aktor Utama di Kasus Mafia Karantina Bandara Soetta

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2