Sidang Suap Ekspor Benur

Prabowo Disebut Terkait Kargo Ekspor Benur, Edhy: Tidak Benar!

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 23:52 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo hadir langsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta. Hari ini, untuk pertama kali Edhy Prabowo hadir langsung di ruang sidang terkait kasus ekspor benur.
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, membantah kesaksian Manajer Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP), Ardi Wijaya, bahwa Prabowo Subianto berkaitan dengan perusahaan kargo ekspor benur. Edhy menyatakan keterangan itu tidak benar.

"Terhadap kesaksian Ardi Wijaya bahwa ACK milik Pak Prabowo, saya nyatakan tidak benar, Yang Mulia," tegas Edhy dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).

Sebelumnya, jaksa membacakan BAP Ardi. Dalam BAP-nya, Ardi menyampaikan percakapannya dengan Suharjito, yakni Suharjito menyebut Prabowo Subianto pemilik perusahaan PT ACK.

"Ini kami tanyakan karena ada BAP saksi nomor 27, saudara di alinea terakhir katakan gini, 'Suharjito kemudian menimpali bahwa PT ACK tidak bisa dipecah oleh orang lain, dipergunakan orang lain, karena punya Prabowo khusus karena, menurut Suharjito, untungnya Rp 30 miliar per bulan, kalau ekspor 1 juta sampai 5 juta per ekor per bulan, asalnya menurut Suharjito adalah Rp 1.500 x 5 juta ekor, dan kemudian uang itu biasanya cash-cash-an diambil dari pihak KKP, ini saya dapat dari omongan grup Perduli kalau sedang ngobrol'," ungkap jaksa membacakan BAP Ardi dalam sidang.

"Maksud Prabowo khusus siapa?" tanya jaksa KPK.

Ardi menjelaskan, Prabowo yang dimaksud saat itu adalah Prabowo Subianto. Namun dia tidak mengetahui pasti kebenarannya.

"Kalau yang saya tangkap, beliau pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo menteri pertahanan ya setahu saya, Pak Prabowo Subianto. Karena di majalah-majalah sebelumnya itu kan dikaitkan dengan kader atau apa. Tapi saya nggak nanya kan balik, dan memperjelas, Pak Suharjito yang ngomong," jawab Ardi.

Dalam surat dakwaan jaksa KPK, PT ACK adalah perusahaan kargo yang ditunjuk oleh Edhy Prabowo untuk mengurus ekspor benur. Dalam dakwaan juga disebut,PT ACK meminjamkan bendera ke beberapa orang representasi dari Edhy Prabowo, namun dalam berkas jaksa pemilik PT ACK adalah Siswadhi Pranoto Loe yang juga terdakwa dalam kasus ini.

Jubir Prabowo Menepis

Dihubungi terpisah, Dahnil Anzar Simanjuntak selaku juru bicara dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menepis kesaksian itu. Menurutnya, hal itu semata-mata pencatutan.

"Tidak benar, PT ACK itu bukan milik Pak Prabowo dan tidak ada kaitannya dengan Pak Prabowo. Nama beliau biasa dicatut orang-orang tertentu untuk kepentingan pribadi mereka, kita sangat sayangkan perilaku-perilaku tersebut," kata Dahnil.

Respons KPK

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, merespons terkait keterangan saksi Manager Ekspor dan Impor PT DPPP, Ardi Wijaya. Ali mengatakan jaksa dalam persidangan akan mencari tahu informasi ke beberapa saksi yang akan dihadirkan.

"Seluruh keterangan saksi maupun fakta persidangan lainnya dalam perkara ini tentu telah dicatat oleh tim JPU KPK. Tim JPU akan mengkonfirmasi kembali kepada saksi-saksi yang akan dihadirkan pada agenda2 persidangan berikutnya," ujar Ali saat dimintai konfirmasi.

Ali menyebut tim jaksa nantinya juga akan menyimpulkan fakta di akhir sidang. Dia juga mengajak masyarakat mengawasi jalannya persidangan.

"Berikutnya tentu jaksa akan simpulkan seluruh fakta-fakta tersebut pada bagian akhir persidangan. Kami kembali mengajak masyarakat dapat terus mengikuti dan mengawasi persidangan yang terbuka untuk umum ini," ucap Ali.

(jbr/jbr)