Kapan Gerhana Bulan Selanjutnya? Ini Jadwalnya

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 11:15 WIB
Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/7/19). Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir. ANTARA FOTO/Paramayuda/wsj.
Ilustrasi Gerhana Bulan (Foto: ANTARA FOTO/Paramayuda)
Jakarta -

Fenomena alam gerhana bulan menjadi perhatian karena lebih jarang terjadi dibanding gerhana matahari. Lalu kapan gerhana bulan terjadi tahun ini?

Kapan Gerhana Bulan Terjadi?

Melansir dari EarthSky, gerhana bulan akan terjadi dua kali sepanjang 2021. Pada 26 Mei, akan terjadi gerhana bulan total, sedangkan pada 19 November mendatang, gerhana bulan parsial akan berlangsung.

Biasanya, gerhana bulan selalu terjadi dalam waktu kurang lebih dua minggu setelah gerhana matahari.

Gerhana pertama tahun 2021 akan terjadi saat bulan purnama melewati bayangan gelap umbral bumi. Jenis gerhana bulan total terakhir terjadi 21 Januari 2019 lalu.

Sekitar dua minggu setelah gerhana bulan total 26 Mei, bulan baru akan berada tepat di depan matahari untuk menghadirkan gerhana matahari cincin, dimana anulus atau cincin tipis mengelilingi siluet bulan baru. Sayangnya, gerhana matahari cincin hanya dapat dilihat dari sebagian permukaan bumi. Sementara itu, sebagian besar wilayah di seluruh dunia akan bisa menyaksikan gerhana matahari parsial.

Sekitar enam bulan setelah gerhana bulan total pada 26 Mei, gerhana bulan parsial akan terjadi pada 19 November 2021. Kemudian gerhana matahari total akan terjadi pada 4 Desember 2021, tepat enam bulan setelah gerhana matahari cincin pada 10 Juni 2021.

Mengenal Gerhana Bulan

Melansir dari Space, Gerhana bulan terjadi ketika bayangan bumi menghalangi cahaya matahari, yang sebaliknya memantulkan bulan. Ada tiga jenis gerhana bulan yang terjadi, yakni total, parsial dan penumbral - dengan yang paling dramatis adalah gerhana bulan total, di mana bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya.

Gerhana bulan terakhir terjadi pada 29-30 November 2020 dengan jenis gerhana bulan penumbral. Gerhana ini terlihat dari Amerika Utara dan Selatan, Samudra Pasifik, dan wilayah sekitarnya.

Menurut NASA, dua hingga empat gerhana matahari terjadi setiap tahun, sedangkan gerhana bulan lebih jarang terjadi.

"Dalam satu tahun kalender, jumlah maksimum gerhana adalah empat matahari dan tiga bulan," kata NASA.

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi ketika bayangan penuh bumi (umbra) jatuh di bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi tersebar dan dibiaskan kembali ke bulan.

Selama gerhana bulan total, seseorang akan melihat cakram hitam bumi menghalangi seluruh matahari dan melihat bentuk seperti cincin yang memantulkan cahaya.

Gerhana Bulan Parsial

Gerhana bulan parsial adalah kondisi ketika matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Bayangan bumi terlihat seperti menutupi sebagian bulan.

"Apa yang orang lihat dari Bumi selama gerhana bulan parsial tergantung pada bagaimana matahari, bumi dan bulan berbaris," menurut NASA.

Gerhana bulan Penumbral

Gerhana bulan penumbral adalah gerhana yang disebut paling tidak menarik untuk disaksikan. Bulan akan berada dalam bayangan samar di luar bumi (penumbral).

Tonton juga Video: Fenomena Gerhana Bulan dan Purnama Awal Desember 2020

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)