DPRD DKI Minta Pemprov Disiplinkan Prokes di Perkantoran Jakarta

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 09:06 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Klaster perkantoran meningkat dalam 2 minggu terakhir dengan data terbanyak terjadi di Jakarta Selatan. Fraksi PDIP DKI mengatakan hal ini terjadi karena tidak semua perusahaan menetapkan kebijakan sesuai dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Perkantoran di Jakarta memang terpusat di Jakarta Selatan, walaupun pekerjanya tersebar ke seluruh wilayah termasuk debotabek. Saya melihat memang sekarang tidak semua perusahaan menetapkan kebijakan WFH sesuai PPKM yang ditetapkan pemerintah. Indikasinya bisa dilihat dari kemacetan yang sudah seperti sebelum pandemi," ujar Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Ima Mahdiah saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Ima mengatakan Pemprov DKI perlu turun tangan mendisiplinkan perkantoran. Menurutnya, protokol kesehatan perlu dilakukan meski telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Pemprov harus turun tangan langsung melakukan pendisiplinan di perkantoran, walaupun sudah divaksin, tetapi 3M harus tetap dilakukan," kata Ima.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menyebut masyarakat perlu waspada tingkat tinggi dengan meningkatnya klaster perkantoran. Hal ini dinilai karena kasus klaster perkantoran bisa berubah dan berpindah menjadi klaster lain.

"Kita harus waspada tingkat tinggi, karena setelah klaster kantor biasanya anak, pindah ke klaster rumah, setelah klaster rumah bisa pindah ke klaster sekolah, pengajian, dan lain-lain," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Basri mengatakan kenaikan COVID-19 tidak bisa dianggap enteng. Menurutnya, masyarakat mulai lupa akan penerapan protokol kesehatan.

"Kita jangan anggap enteng naiknya COVID kali ini. Saya khawatir sekali karena kelihatannya masyarakat mulai lupa protokol kesehatan dan aparat kita di lapangan juga sudah mulai bosan dan lemah dalam pengawasan," ujarnya.

Basri mengajak masyarakat kembali ketat menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 seperti di India.

"Jangan sampai kita kayak India yang meledak kasus COVID-nya dan yang meninggal bergelimpangan di mana-mana. Ayo kita sadar lagi dan kembali menerapkan protokol kesehatan sebelum terlambat," kata Basri.

Simak Video: Klaster Perkantoran Naik, Satgas Imbau Penutupan Sementara

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3