Polisi Banyuasin Gagalkan Ekspor Benih Lobster Ilegal Rp 8,9 M ke Vietnam

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 20:56 WIB
Konferensi pers benih lobster ilegal senilai Rp 8,9 Miliar (Foto. Prima Syahbana/detikcom)
Konferensi pers benih lobster ilegal senilai Rp 8,9 miliar (Prima Syahbana/detikcom)
Banyuasin -

Pengiriman ekspor benih lobster ilegal senilai Rp 8,9 miliar digagalkan oleh pihak kepolisian. Pengiriman benih ilegal dari Bengkulu yang hendak dikirim ke Vietnam itu terungkap berkat penyekatan di beberapa titik wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi akan adanya peredaran benih lobster ilegal dari Bengkulu menuju ke perairan Sungsang yang direncanakan akan dikirim ke Vietnam," kata Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, Selasa (27/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang mengatakan, berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan penyekatan di beberapa tempat dan menghentikan seorang pelaku bernama Joni Irawan di Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sebun (26/4), sekitar pukul 21.30 WIB.

Catatan: Redaksi melakukan perubahan negara tujuan karena polisi mengungkap keterangan terbaru tersangka mengaku lobster tersebut akan dikirim ke Vietnam.

"Ketika dilakukannya penangkapan terhadap pria bernama Joni, warga Musi Rawas ini, kita menemukan sekitar 89.900 ekor benih lobster tersebut total kerugian negara ditaksir sebesar Rp 8,9 miliar," kata Ikang kepada detikcom.

Benih lobster senilai Rp 8,9 miliar itu, kata Ikang, ditemukan di dalam 11 kotak sterofoam yang berisi sekitar 20 kantong benih lobster, dengan rincian 1 kantong berisi 250 ekor benih lobster.

Bahkan, imbuh Ikang, pelaku tak hanya membawa kotak styrofoam, tapi juga membawa beberapa wadah tandon air dan dirigen.

"Pelaku sempat mengatakan bahwa yang ada di dalam kotak tersebut adalah bibit ikan lele, tetapi setelah dilakukan penggeledahan ternyata isinya adalah benih lobster. Ada juga beberapa wadah tandon air dan jeriken," ujarnya.

Pelaku dan barang bukti, tegas Ikang, kini sudah diamankan di Mapolres Banyuasin guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Akibat perbuatannya, tersangka ditahan dan dijerat UU Nomor 41 Tahun 2004, perubahan Nomor 31 Tahun 2004, pasal 88 dan 92, di mana pengelolaan hasil benih lobster ini dilindungi dan satwa dilindungi, apabila diakses tanpa surat izin usaha, apabila dibawa keluar negeri maka ini menjadi tindakan salah atau pelanggaran," imbuhnya

"Selanjutnya, kita akan komunikasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan direncanakan akan dilepasliarkan di perairan Lampung," jelasnya.

(isa/isa)