Round-Up

Tanda Tanya Penyebab Reshuffle Jokowi Molor Lagi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 07:54 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (YouTube Sekretariat Presiden)

Beragam spekulasi pun muncul terkait penyebab masih tertundanya reshuffle kabinet. Salah satunya, mundurnya pengumuman reshuffle diduga karena ada tarik-menarik kepentingan di lingkaran Istana.

Tarik-menarik kepentingan itu salah satunya disebut berkaitan dengan rencana masuknya PAN ke kabinet Jokowi. Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menyebut PAN menambah kompleksitas kalkulasi politik Istana.

"Jika entitas PAN dan PP Muhammadiyah dipisah, berarti ada dua representasi Muhammadiyah di sana. Hal ini tentu berimplikasi pada munculnya pertanyaan dari Nahdlatul Ulama (NU) yang merasa telah berjasa besar dalam memenangkan Jokowi-Maruf Amin di Pemilu 2019 lalu," kata Umam.

Selain itu, polemik kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga diduga menjadi salah satu penyebabnya. Ditambah lagi, manuver Nadiem menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Nadiem Makarim yang belakangan juga terhantam dengan kasus hilangnya tokoh ulama pejuang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari dan masuknya sejumlah nama tokoh PKI di kamus sejarah kepahlawanan, mencoba bermanuver dengan menemui simpul-simpul politik laiknya Megawati Soekarnoputri yang digadang-gadang akan menjadi Dewan Pembina BRIN dan juga menemui elemen PBNU untuk klarifikasi," ujar Umam.

"Manuver itu tentu berimplikasi pada proposal PP Muhammadiyah yang meminta tambahan jatah pos pendidikan di kabinet (Kemendikbud)," imbuh dia.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan PDIP. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan molornya reshuffle kabinet tak lain karena Jokowi masih menunggu hari baik untuk menggelarnya.

"Saya kira Pak Jokowi sedang menunggu hari baik saja, menunggu hari baik yang menurut hemat beliau itu dapat memberikan kemudahan dan kelancaran struktur kabinet baru yang akan dibentuknya itu," kata Ahmad Basarah di kompleks Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2021).


(mae/eva)