Jaksa Ungkap Peran Vasco Ruseimy di Kasus Korupsi Eks Pejabat Kemenag

Zunita Putri - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 19:55 WIB
Vasco Ruseimy
Vasco Ruseimy (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Ada nama Vasco Ruseimy dalam dakwaan mantan pejabat Kemenag, Undang Sumantri, terkait dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium komputer MTs. Apa perannya?

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021), jaksa menjelaskan proyek pengadaan peralatan laboratorium komputer di jenjang MTs, yang ditangani Undang Sumantri selaku PPK serta Kabag Umum Ditjen Pendidikan Islam Kemenag dan Affandi Mochtar selaku PPSPM pada 2011, awalnya mendapat lirikan dari Zulkarnaen Djabar yang dulunya menjabat anggota DPR RI.

Kemudian Zulkarnaen, disebut jaksa, memerintahkan Fahd El Fouz dan Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra untuk mencari tahu tentang proyek ini. Dari sinilah terungkap ada peran Vasco Ruseimy dan lainnya.

"Menindaklanjuti arahan Zulkarnaen Djabar, Fahd El Fouz kemudian mengajak Vasco Ruseimy, Syamsurachman, dan Rizky Moelyoputro dengan imbalan ikut memperoleh fee uang yang didasarkan pada nilai pekerjaan pengadaan barang atau jasa," ungkap jaksa saat membacakan surat dakwaan.

Tak hanya itu, jaksa juga mengatakan Fahd El Fouz dan Vasco sempat bertemu dengan Affandi Mochtar selaku PPSPM Kemenag di hotel kawasan Jakarta. Dalam pertemuan itu, Fahd El Fouz mengenalkan Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus dengan Affandi Mochtar.

"Bahwa pada sekitar bulan Oktober 2011 bertempat di Hotel Intercontinental, Jakarta, dilakukan pertemuan antara Affandi Mochtar dengan Fahd El Fouz, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra, Syamsurachman, Vasko Ruseimy, dan Abdul Kadir Alaydrus. Dalam pertemuan tersebut, Fahd El Fouz memperkenalkan Abdul Kadir Alaydrus sebagai pihak yang akan melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011 kepada Affandi Mochtar," papar jaksa.

Jaksa menyebut Vasco pernah menemui Undang Sumantri bersama Fahd El Fouz dkk. Di situ, Vasco dkk mengaku sebagai utusan orang 'Senayan'. 'Senayan' biasanya digunakan sebagai kata ganti DPR.

"Bahwa pada tanggal 16 November 2011 sekitar pukul 21.00 WIB, Fahd El Fouz, Vasko Ruseimy, dan Syamsurachman yang mengaku sebagai utusan orang Senayan melakukan pertemuan di kantor Pendidikan Islam Kemenag RI dengan Terdakwa, yang dihadiri oleh Bagus Natanegara, Mohammad Zen, Dadan Abdul Rahman. Pada kesempatan tersebut, Fahd El Fouz meminta kepada pihak ULP agar segera mengumumkan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang lelang paket pekerjaan pengadaan peralatan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011," jelasnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2