Pengacara Sandi Sebut Walkot Depok Beri Keterangan Palsu soal Intimidasi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 18:10 WIB
Razman Nasution menunjukkan surat teguran yang diterima kliennya, Sandi pembongkar korupsi
Razman Nasution menunjukkan surat teguran yang diterima kliennya, Sandi 'pembongkar korupsi'. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Razman Arif Nasution membantah ucapan Wali Kota Depok Mohammad Idris yang menyebut kliennya, Sandi Junior Butar Butar, tidak mendapat intimidasi dan surat peringatan (SP). Razman menyebut Idris memberi keterangan palsu di media.

"Nah kemudian, ini yang paling urgent, saya mendengar di TV, melihat, menyaksikan, melihat juga di online, itu Wali Kota Depok, saudara Idris ya, mengatakan tidak ada surat peringatan. Tidak ada teguran, tidak ada SP kepada saudara Sandi. Kan begitu ya penjelasannya. Pada faktanya ada kok," ujar Razman di Polres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (26/4/2021).

Razman lantas memperlihatkan surat teguran yang diterima Sandi. SP itu teregister 800/088/PKWT/PO.Damkar/1/2021. Surat ini ditandatangani Kabid Pengendalian Dinas Damkar Kota Depok Welman Naipospos.

"Jadi Pak wali, nah ini, Anda itu pejabat negara. Ngomong hati-hati, apalagi pada waktu itu baru saja ada kunjungan dari Pak Moeldoko. Berkunjung dia mengatakan tidak ada kan, tidak ada teguran (ke Sandi). Pada faktanya ada. Nah, sekarang anak buah anda berbohong, tindak lah itu. Kemudian Anda juga memberi keterangan palsu, karena tidak sesuai dengan data. Nah faktanya apa? Surat," ucapnya.

Razman Nasution menunjukkan surat teguran yang diterima kliennya, Sandi 'pembongkar korupsi'Razman Nasution menunjukkan surat teguran yang diterima kliennya, Sandi 'pembongkar korupsi'. (Sachril/detikcom)

Dia pun ingin agar Idris dan Kadis Damkar Depok Gandara diperiksa terkait dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok. Razman menambahkan, SP yang diterima kliennya ini diduga dipalsukan.

"Di (surat teguran) situ, dinas pemadam kebakaran mengatakan, maksud kami bukan seperti itu. Apa maksudnya karena katanya Sandi harusnya di regu A, tahu-tahu pergi ke regu B. Tapi bunyinya nggak seperti itu, bahwa sandi melakukan sesuatu di luar tugasnya. Nggak ada hubungannya. Ini pasti diduga keras, ada kaitannya dengan urusan damkar, dugaan kita ya, keras nih. Dan tanggal ini patut diduga dimundurkan karena itu kami sudah minta dari penyidik agar ini dibawa laboratorium forensik. Begitu dipalsukan, ini persoalan," jelas dia.

Lainnya, dia mengatakan Sandi menyerahkan barang bukti berupa berkas-berkas, video, dan rekaman suara intimidasi dari pejabat Dinas Damkar Depok. Razman tak merinci video dan rekaman suara apa yang diberikan ke penyidik.

"Alat bukti sudah kita serahkan tadi. Ada video, ada rekaman, ada data-data, ada bukti tanda tangan, ya. Kemudian ada yang terkait dengan pemotongan honor dan lain-lain, itu sudah kita serahkan semua dan polisi masuk ke dalam ini," ujar Razman.

"Ada video kesaksian, ada juga rekaman-rekaman suara anak-anak. Maksudnya anak-anak teman-teman dia, diintimidasi 'eh, kamu jangan ikut ini, kamu begini hati-hati', itu ada, diancam, kita sudah serahkan. Diancam pecat, dan lain-lain. Ada video sudah kita serahkan ke penyidik. Rekaman video, rekaman suara, data tertulis, sudah kita serahkan," jelas dia.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Walkot Idris Pastikan Sandi Damkar Depok Tak Diintimidasi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2