Korban Investasi Bodong EDCCash Minta Duit Kembali

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 13:06 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta -

Polri menetapkan enam tersangka kasus investasi bodong EDCCash yang merugikan 57 ribu member-nya. Para korban berharap uang mereka bisa segera dikembalikan.

"Klien saya berharap mereka bisa mendapatkan haknya kembali, karena itu uang hasil jerih payah mereka menabung. Dan bahkan ada yang sampai gadai surat rumah ke bank, tentunya sangat besar harapan mereka agar bisa mendapatkan kembali," ujar pengacara yang mewakili sejumlah korban EDCCash, Abdul Malik, saat dihubungi, Senin (26/4/2021).

Polisi sendiri telah menyita sejumlah aset para tersangka. Aset yang disita antara lain mobil mewah seperti Ferrari dan McLaren, tas bermerek, hingga uang tunai.

Kasubdit Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun mengatakan para tersangka telah menggunakan uang para member. Namun, dia tetap mengupayakan korban investasi bodong ini bisa menerima uang mereka kembali.

"Kita berharap semua kerugian bisa dikembalikan. Tapi kerugian yang diderita juga sudah dibagi-bagikan tersangka ke para penerima manfaat," kata Ma'mun mewakili Dirtipideksus Brigjen Helmy Santika.

Ma'mun mengatakan pihaknya terus menyita aset lain dari para tersangka. Dia berharap member EDCCash yang menjadi korban memberi info jika mengetahui soal aset para tersangka.

"Nah keterbatasan kami untuk mencari aset tersangka harus didukung juga oleh semua pihak. Makanya kalau ada korban yang tahu aset milik tersangka, agar segera beri tahu kami supaya bisa kami lakukan penyitaan," tuturnya.

Sebelumnya, Dirtipideksus Helmy mengatakan ada mobil yang didapatkan tersangka EDCCash secara 'door prize'. Mobil hadiah itu dibeli dengan uang para nasabah EDCCash.

"Bahkan ada yang dalam tanda kutip itu sebagai door prize. Yang kami juga sudah bisa menduga door prize itu dibeli dari uangnya para nasabah itu sendiri," kata Helmy.

Selain mobil, polisi menyita sejumlah tas branded dan emas milik para tersangka. Meski demikian, polisi belum memerinci total nilai dari barang-barang yang disita itu.

"Kita kan nggak tahu mobil ini harganya berapa. Dari barang yang kita amankan, mobil misalnya perolehannya dari mana, kapan. Terus misalnya tadi ada uang, uang ini dari mana. Terus ada emas. Bernilai ada, tapi nilainya berapa masih dihitung," paparnya.

"Dalam upaya tracing aset itu juga sedang kita lakukan secara maksimal, sehingga harapannya kepada masyarakat yang menjadi korban hak-haknya bisa kembali," sambung Helmy.

(haf/haf)