Round-Up

Makin Brutal KKB Tewaskan Kepala BIN Papua dalam Kontak Senjata

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 08:03 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua semakin brutal. Kali ini, mereka menembak Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK hingga tewas.

Insiden itu terjadi pada Minggu (25/4) kemarin sekitar pukul 15.50 WIT di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Saat itu, Brigjen Putu bersama 7 anggotanya tengah bergerak menggunakan empat sepeda motor.

Setibanya di Kampung Dambet, Distrik Beoga itulah Brigjen Putu beserta 7 anggotanya terlibat baku tembak dengan KKB. Brigjen Putu lalu tertembak dan meninggal dunia.

Brigjen Putu gugur dalam kontak tembak dengan KKB. Sedangkan 7 anggota yang bersamanya selamat.

Sebagai informasi, kondisi Beoga memang tengah memanas karena ulah KKB. Selama bulan April, sejumlah orang tewas dan bangunan dirusak KKB.

"Memang benar Brigjen TNI Putu Dani yang menjabat Ka Binda dilaporkan meninggal di Beoga namun hingga kini belum ada laporan lengkapnya," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri.

Jenazah Brigjen Putu saat ini masih di Beoga. Rencananya hari ini, jenazahnya akan dievakuasi dan dibawa ke Timika.

"Betul, beliau gugur, akibat ditembak KKSB pada jam 15.30 WIT di Beoga. Saat ini jenazah masih berada di Beoga, sementara masih kita monitor terus, rencana besok baru kita evakuasi," kata Panglima Kodam XVII Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

"Ini juga belum tahu, karena komunikasi masih terputus dan saya juga baru dapat informasi awal, sementara kita juga masih dalami, karena komunikasi juga masih terputus antara Beoga dengan Ilaga, Ilaga dengan di sini (Jayapura)," imbuhnya.

Yogo mengaku belum mendapatkan laporan detail perihal gugurnya Brigjen Putu karena terhalang komunikasi. Namun, dia mengungkapkan, pelaku penembakan Brigjen Putu diduga KKB kelompok Lekagak Telengan.

"Dari laporan yang saya terima pelaku penembakan terhadap korban berasal dari kelompok Lekagak Telengen," kata Yogo.

Simak video 'KSAD Sebut Prajurit TNI yang Membelot ke KKB Bawa Amunisi':

[Gambas:Video 20detik]



Komisi I DPR turut berduka atas gugurnya Brigjen Putu. Simak di halaman berikutnya.

Atas gugurnya Brigjen Putu, Komisi I DPR pun menyampaikan duka citanya. Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid bahkan mengaku kaget dengan berita gugurnya Kabinda Papua itu.

"Minggu ini merupakan minggu yang paling menyedihkan bagi Komisi 1 DPR RI setelah kemarin kami dikabarkan Kapal Selam Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur di Laut Bali, hari ini salah seorang putra terbaik bangsa juga gugur diterjang peluru kelompok teroris dan separatis di Papua," sebut Meutya dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Meutya mengatakan pihaknya mendapat penjelasan dari BIN yang menyebut Brigjen TNI, I Gusti Putu Dani Nugraha Karya ke Kp. Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (lokasi penembakan) dalam rangka mengamankan situasi di Distrik Beoga oleh Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri.

"Keikutsertaan beliau untuk melakukan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada 17 April 2021," ujar Meutya.

Menurutnya Kabinda Papua yang dikenal telah lama berkecimpung di dunia intelijen. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Asintel Kodam Jaya dan Asintel Kopassus. Ia menyebut baret merah Kopassus yang disandang Kabinda Papua bukan sembarang orang bisa memperoleh predikat tersebut.

"Keinginannya untuk terjun langsung ke wilayah Kp. Dambet merupakan instinct akan masih adanya kelompok KKB di wilayah tersebut. Gugurnya Brigjen TNI I Gusti Putu Dani Karya merupakan kehilangan yang begitu besar bagi BIN, TNI, dan Kopassus," sebut Meutya.

(mae/maa)