Chairul Tanjung Berduka, Kenang Hiu Kencana di Atas KRI Nanggala-402

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 04:00 WIB
Jakarta -

Sebagai keluarga besar Hiu Kencana, pengusaha nasional Chairul Tanjung berduka mendalam atas gugurnya 53 personel pasukan TNI AL dalam musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Chairul Tanjung punya sejarah penting menyelam bersama KRI Nanggala-402.

Chairul Tanjung pernah menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Angkatan Laut di atas kapal selam KRI Nanggala-402. Penghargaan itu disematkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio saat CT menjabat Menko Perekonomian.

Brevet tersebut disematkan di dalam kapal selam KRI Nanggala-402 yang menyelam di kedalaman 60 meter di bawah permukaan laut perairan Laut Jawa. Kapal selam KRI Nanggala-402 berangkat dari Dermaga Pelabuhan Kiat Indah, Merak, Banten, Sabtu (6/9/2014).

Penghargaan itu diberikan kepada Chairul Tanjung karena dinilai telah memberikan kontribusi, atensi, dan support yang luar biasa kepada TNI Angkatan Laut. "Sehingga kami dari keluarga besar Hiu Kencana menganggap beliau layak mendapatkan warga kehormatan Hiu Kencana," kata Laksamana Marsetio saat itu.

Chairul Tanjung saat menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Angkatan Laut di atas Kapal Selam KRI Nanggala 402, September 2014 silam.Chairul Tanjung saat menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Angkatan Laut di atas Kapal Selam KRI Nanggala 402, September 2014 silam.

Setelah menerima Brevet Hiu Kencana, Chairul Tanjung resmi menjadi warga kehormatan kapal selam RI. Brevet Hiu Kencana adalah simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik dan teknik peperangan bawah laut. Brevet ini dapat menumbuhkan kebanggaan, jiwa korsa bagi pemakainya.

Chairul Tanjung, yang bangga mengenakan seragam khas pasukan khusus Angkatan Laut serbahitam, pun mengapresiasi para awak kapal selam tersebut. "Saya makin menghargai teman-teman yang bekerja di kapal selam karena punya tekanan yang luar biasa. Apalagi mereka punya slogan 'Tabah Sampai Akhir'," cerita CT kala itu.

Kini kapal selam KRI Nanggala-402 telah tenggelam di dasar laut Pulau Bali. Chairul Tanjung pun mengungkapkan kesedihan dan belasungkawa mendalam atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402.

(van/fjp)