Anies Serap Gabah Petani Ngawi untuk DKI, Khofifah: Terima Kasih

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 16:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: Pemprov DKI
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas cakupan kerja sama antardaerah guna mencukupi pasokan dan menyeimbangkan supply maupun demand kebutuhan pangan.

Hal ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menghindari kelangkaan dan membuat harga pangan di Ibu Kota menjadi terjangkau sebab kebutuhan pangan di ibu kota diketahui 99%-nya dipasok dari luar Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur. Ia menyebutkan kerja sama ini dilakukan guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Diketahui, sebelumnya PT Food Station juga telah memperluas ekspansinya ke Jawa Tengah, tepatnya di Cilacap, dengan menargetkan lahan pertanian seluas 1.000 hektare.

Anies menjelaskan kerja sama antardaerah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta yang diwakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi, Ony Anwar dan disaksikan langsung Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tak hanya itu, lanjut Anies, proses penandatanganan juga disaksikan oleh jajaran PT Food Station, Daya Tani Sembada, dan Kelompok Tani Sido Rukun di Balai Desa Geneng, Ngawi.

Anies menjelaskan kerja sama antardaerah ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, Jakarta sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar memberikan manfaat bagi daerah lain, khususnya peningkatan kesejahteraan petani.

"Kita di pemerintahan disumpah melaksanakan konstitusi dan perintah konstitusi adalah untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (25/4/2021).

Oleh karena itu, Anies menilai kerja sama ini memiliki dua dimensi yang berkeadilan.

"Satu sisi kita secara serius ingin kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi dan di sisi lain kita ingin menghadirkan keadilan sosial, khususnya untuk para petani daerah agar mereka mendapat manfaat lebih besar, mendapat peningkatan kesejahteraan, dan mendapat kepastian atas produk-produknya," tambahnya.

Anies memaparkan berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Adapun usaha yang dilakukan lewat poin-poin dalam kerja sama ini salah satunya adalah sistem resi gudang yang membuat petani tak buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu. Dengan hal ini, Anies menilai petani dapat meningkatkan kualitas gabah sehingga harganya juga akan stabil.

"Melalui sistem resi gudang yang ditandatangani kali ini, petani akan memiliki kepastian terkait harga produk mereka. Selain itu, dengan menyimpannya di resi gudang, mereka juga bisa memanfaatkan untuk mengambil pinjaman pembiayaan dari lembaga keuangan," terang Anies.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap kerja sama ini dapat lebih diperluas di berbagai aspek. Ia menilai kebutuhan pangan di beberapa daerah di Jawa Timur mengalami surplus dan para produsen mengalami kesulitan mengembangkan market.

"Kita mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini yang akan memberikan manfaat pada peningkatan kesejahteraan, khususnya di Ngawi dan Jatim. Kami akan menjadi bagian penguatan kerja sama ini dan kami mohon agar kami bisa akses lebih banyak dan menghubungkan para gapoktan agar mereka mendapatkan market yang lebih besar, terutama di Jakarta," kata Khofifah.

Sebagai informasi, PT Food Station telah melakukan kerja sama dengan Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun sejak 2015 melalui tiga bentuk kerja sama. Adapun tiga kerja sama tersebut antara lain pengelolaan gudang dengan SRG (Sistem Resi Gudang) dengan Daya Tani Sembada. Pada dua tahun terakhir, Gudang SRG tersebut bisa menyimpan rata-rata 600 ton, sementara target tahun 2021 ini sebanyak 1.000 ton.

Khofifah menyampaikan bentuk kerja sama ini bermanfaat sebab saat panen raya pada umumnya gabah kering panen dihargai sangat murah. Bahkan, dari mekanisme sistem resi gudang tersebut, PT Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi standby buyer dengan harga yang baik, sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli.

Adapun hasil pertanian yang disimpan di GudangSRG akan mendapat resi yangnantinya dapat digunakan petani untuk menjaminkan ke bank yang dipilih agar bisa mendapatkan pinjaman sebagai modal usaha untuk biaya tanam di musim berikutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto: Pemprov DKI

Dengan penyimpanan di Gudang SRG, lanjutnya, petani bisa menjual hasil panennya saat harga sudah baik. Ia menilai adanya SRG membuat petani bisa menyimpan gabah kering giling, beras pecah kulit, atau glosor dengan kadar air antara 12 -14%. Setelah harga stabil, kata Khofifah, petani bisa menjual gabah atau beras mereka dengan harga yang lebih baik.

Adapun bentuk kerja sama yang kedua adalah dengan Penggilingan Daya Tani Sembada yang dimulai sejak 2019 dan telah memasok beras PK (Pecah Kulit & Beras Jadi) dengan detail sebagai berikut

· Tahun 2019 = 234 ton

· Tahun 2020 = 6.515 ton,

· Tahun 2021 = 2.280 ton di kuartal 3 dan perkiraan total tahun ini bisa 9.000 ton.

Sementara yang terakhir, PT Food Station diketahui berencana untuk bekerja sama dengan Kelompok Tani Sido Rukun dalam menyerap panen dengan rincian

· Luas lahan 200 hektare

· Produktivitas 5,7 s.d 6 ton per hektar

· Potensi hasil 1.140 ton gkp (Gabah Kering Panen) atau 604 ton beras.

Tak hanya itu, tambahnya, PT Food Station juga melakukan bimbingan dan pendampingan kepada petani dalam pemilihan varietas dan kontrol kualitas pascapanen serta sebagai off taker produk hasil pertanian.

(ega/ega)