detik's Advocate: Ancaman Bui Sadap HP Suami hingga Ketipu Beli Bitcoin

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 10:27 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Ilustrasi Bitcoin (Foto: DW (News))
Jakarta -

detik's Advocate dalam sepekan terakhir menjawab berbagai masalah sehari-hari yang bervariatif. Dari ancaman penjara menyadap handphone (HP) suami hingga korban penipuan beli Bitcoin.

Sebagaimana dirangkum detik's Advocate, Minggu (25/4/2021), pertanyaan pembaca dibuka oleh seorang istri dari Tangerang, K, yang mendapati suaminya check-in di hotel dengan perempuan seks komersil (PSK). Ia menanyakan apakah bisa melaporkan suaminya dengan pasal zina.

Advokat Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M. memberikan pendapat hukum temuan K atas suaminya sudah bisa dilaporkan ke polisi dengan delik zina. Dasar laporan tindakan pidana itu adalah Pasal 284 ayat 1.a KUHP yang berbunyi:

'Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.'

Namun, Putra mengingatkan ada masa kedaluwarsa pelaporan kasus zina, yaitu 6 tahun sejak peristiwa zina tersebut. Hal itu diatur dalam Pasal 78 ayat 1(2) KUHP yang berbunyi:

'Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun.'

Namun bagaimana dengan alat bukti untuk membuat laporan zina kasus di atas? K memiliki bukti:
- data perjalanan suami saya (pernah pergi ke mana saja)
- data chat / email dengan pihak ketiga (admin tempat spa atau PSK itu sendiri)

K menegaskan tidak punya rekaman CCTV atau foto yang jelas menunjukkan suaminya sedang berduaan

Putra menegaskan, bukti itu sudah bisa menjadi dasar melakukan Laporan Polisi atas dugaan tindak pidana zina yang dilakukan oleh suami K.

Di sisi lain ada seorang ibu di Bandung, inisial W yang curiga suaminya selingkuh. W rencananya akan menyadap Hp suaminya dengan aplikasi atau mengkloning akun sosial media suaminya. Namun W masih bimbang apakah hal itu bisa mengantarnya ke penjara atau tidak.

Untuk menjawab kegundahan W, advokat Slamet Yuono, SH.,M.H dari kantor hukum Sembilan Sembilan & Rekan menyatakan dengan tegas niat ibu W sebaiknya diurungkan.

"Jangan melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum, seperti menyadap HP, Medsos atau membuka HP pasangan secara diam-diam," kata Slamet.

Sebab penyadapan dilarang dalam Pasal 40 UU Telekomunikasi. Yaitu:

Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun.

Demikian juga dalam UU ITE. Slamet melihat tidak ada pengecualian dalam unsur setiap orang dalam Undang-Undang ITE dan Perubahannya serta Undang-Undang Telekomunikasi.

"Hal ini bermakna siapapun bisa disangkakan dengan pasal mengenai penyadapan/intersepsi, tidak memandang adanya hubungan kekerabatan, hubungan keluarga atau hubungan perkawinan dengan demikian jika penyadapan dilakukan oleh kerabat, keluarga maupun suami istri maka tetap tunduk pada Pasal 31 ayat (1) atau (2) UU ITE dan Perubahannya serta Pasal 40 UU Telekomunikasi," ujar Slamet.

Ancaman pidananya berat. Di UU ITE penyadapan diancam maksimal 10 tahun penjara dan di UU Telekomunikasi maksimal 15 tahun penjara.

Slamet memberikan nasihat kepada pasangan jika ada masalah, jangan langsung menanggapinya secara konfrontatif tetapi coba berikan waktu agar emosi masing-masing mereda.

"Jika saudari sudah dalam kondisi yang stabil, cobalah mengajak pasangan untuk meminta saran dari pemuka agama, psikolog atau Konselor Pernikahan dengan harapan masing-masing dapat menyadari kesalahan atau kekhilafan selanjutnya meneruskan bahtera rumah tangga yang telah dibina dengan saling mencintai, menyayangi dan saling setia," tutur Slamet.

Pembaca detik's Advocate yang menjadi korban penipuan Bitcoin. Hal itu diceritakan seorang warga Tangerang, DS. Ia mengaku ikut menambang uang Degacoin. Ia membeli lewat pihak ketiga dengan janji profit 2 persen per hari. Bukannya untung, uangnya malah raib entah ke mana.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2