Suara Mahasiswa

BEM SI Kecam Tindakan Represif terhadap Warga Wadas Penolak Tambang

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 23:35 WIB
Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo meminta debat capres digelar di kampus.
Foto ilustrasi: BEM SI (Grandyos Zafna/detikcom)

Diberitakan detikcom, 11 orang ditangkap usai ricuh di lokasi. Namun, 11 orang itu kini sudah dibebaskan.

"Kita lepas karena sudah selesai pemeriksaan dan hasil tes urine semua negatif (narkoba). Yang lima warga Wadas kami kembalikan melalui Polsek Bener dan enam luar warga Wadas kami kembalikan ke kuasa hukumnya," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat ditemui detikcom, tadi.

Polisi mengaku menangani situasi di Wadas karena mendapat laporan warga bahwa jalannya telah diblokade, maka akses keluar-masuk desa menjadi terganggu. Aparat Polres, Brimob, dan Kodim 0708 Purworejo datang ke lokasi untuk membersihkan jalan, namun akhirnya malah bentrok dengan warga.

"Kami duga kelompok anarko ada di balik aksi kemarin. Kami sudah mengantongi data-datanya," kata AKBP Rizal Marito.

Dari perspektif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), tindakan aparat adalah represif. Sembilan orang luka-luka akibat insiden itu.

Dari 11 orang yang ditangkap dua orang di antaranya adalah Pengabdi Bantuan Hukum (PBH) dan Asisten Pengabdi Bantuan Hukum (APBH) dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. YLBHI menilai ada pelanggaran hukum serius dalam kasus ini.

"Ada pelanggaran hukum yang serius. Jadi polisi yang hadir di Wadas terindikasi melakukan tindak pidana. Pertama, melakukan kekerasan, kedua (melanggar) UU bantuan hukum, kemudian UU advokat," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati kepada wartawan dalam jumpa pers yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (24/4).

Halaman

(dnu/dnu)