Deretan Misi P-8 Poseidon AS, Pernah Ditolak RI untuk Laut China Selatan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 12:12 WIB
PERTH, AUSTRALIA - APRIL 07:  A US Navy Poseidon P-8 takes off to assist in the search for debris from missing Malaysia Airlines Flight MH370 at Perth International airport on April 7, 2014 in Perth, Australia. Angus Houston confirmed today that the Australian naval vessel Ocean Shield has twice detected signals in the past 24 hours consitent with aircraft black boxes. The airliner disappeared on March 8 with 239 passengers and crew on board and is suspected to have crashed into the southern Indian Ocean.  (Photo by Paul Kane/Getty Images)
P-8 Poseidon (Foto: dok. Getty Images)
Jakarta -

Pesawat patroli maritim milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), P-8 Poseidon, turut dikerahkan untuk membantu mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang. P-8 Poseidon buatan Boeing ini sudah melakukan sejumlah misi.

Dilansir Reuters, Sabtu (24/4/2021) P-8 Poseidon merupakan pesawat AS yang memiliki peran sentral dalam pengawasan aktivitas militer China di Laut China Selatan. Namun, pada Oktober 2020, pemerintah Indonesia menolak proposal pendaratan P-8 ini. Pasalnya, Indonesia enggan terlibat dalam persaingan antara AS dan China di kawasan tersebut.

AS pun turut mengerahkan P-8 Poseidon ke Singapura saat hubungannya dengan China menegang di kawasan Laut China Selatan. Sebab, saat itu China baru membangun pulau buatan.

Misi selanjutnya, pada 2014 P-8 Poseidon juga pernah dilibatkan dalam misi non-militer. Yakni turut membantu pencarian Malaysia Airlines Flight 370 yang hilang. Namun pencarian tak berbuah hasil dan dihentikan pada 2017.

P-8 Poseidon ini juga pernah dilibatkan untuk mencari kapal kargo SS El Faro yang tenggelam pada 1 Oktober 2015. Selain itu, P-8 pernah membantu penyelamatan tiga nelayan yang terapung di Samudra Pasifik pada 20 Februari 2018.

Sebelumnya, seperti dilansir situs resmi Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, defense.gov, Sabtu (24/4/2021), penjelasan tersebut disampaikan juru bicara Pentagon, John F Kirby, dalam konferensi pers pada Jumat (23/4) waktu setempat.

"Atas permintaan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan aset-aset udara, termasuk sebuah pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, untuk membantu pencarian kapal selam mereka yang hilang," ucap Kirby.

Lihat Video: 72 Jam Selamatkan Awak KRI Nanggala-402

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2