Corona India Terkini: Ibu Kota Lockdown dan Seratus Warganya Masuk Indonesia

Novia Aisyah - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 20:13 WIB
A COVID-19 patient attended inside a vehicle at a dedicated COVID-19 government hospital in Ahmedabad, India, Thursday, April 22, 2021. A fire killed 13 COVID-19 patients in a hospital in western India early Friday as an extreme surge in coronavirus infections leaves the nation short of medical care and oxygen. India reported another global record in daily infections for a second straight day Friday, adding 332,730 new cases. The surge already has driven its fragile health systems to the breaking point with understaffed hospitals overflowing with patients and critically short of supplies. (AP Photo/Ajit Solanki)
Foto: AP/Ajit Solanki
Jakarta -

Corona di India yang melonjak secara drastis dalam beberapa hari belakangan, membuat pasokan suplai oksigen di sana tidak dapat mendukung fasilitas kesehatan di negara tersebut.

Terlebih lagi, letusan jumlah pasien COVID-19 di India kini lebih didominasi oleh rentang usia muda, dibandingkan keompok rentang lansia.

Lonjakan kasus tersebut rupanya memicu ratusan warga negara India lari ke Indonesia dan pada akhirnya menuai gelombang protes dari netizen Twitter Indonesia.

Sebagian besar netizen tersebut mencuitkan tanda tanya, mengapa ratusan warga negara India boleh memasuki Indonesia.

Rata-rata cuitan dari netizen juga mengeluhkan tidak diperbolehkannya mudik lebaran tahun ini, sementara banyak warga negara India yang diperbolehkan memasuki Indonesia.

Total dari warga negara India yang memasuki Indonesia tersebut sejumlah 127 orang dan 12 orang di antaranya terbukti positif COVID-19.

Adapun kronologi bagaimana akhirnya ke-127 WN India akhirnya berhasil masuk Indonesia, dimulai pada hari Rabu kemarin.

Pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ988 dari Chennai, India memboyong para penumpang tersebut ke bandara Soekarno Hatta.

Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting menjelaskan secara rinci siapa saja warga India tersebut.

"Mengangkut 129 penumpang, adapun uraian daripada para penumpang tersebut bisa saya jelaskan sebagai berikut, yang pertama pemegang visa kunjungan WN India itu ada 38 orang, pemegang KITAS WN India 46 orang, pemegang KITAS WN Amerika Serikat 1 orang, pemegang KITAS WN India 32 orang, WNI 12 orang, kru 11 orang semua WNI," sebut Jhoni.

Demi mengetahui varian corona di kedua belas warga negara India ini, mereka juga telah diambil sampel whole genome sequencing.

Melansir dari CDC, whole genome sequencing sendiri dilakukan dengan empat langkah.

Pertama, para peneliti memotong DNA dengan gunting molekuler agar ukurannya sesuai dengan alatnya.

Kedua, peneliti menambahkan potongan kecil barcode DNA untuk mengidentifikasi masing-masing potongan DNA dengan bakteri yang sesuai.

Ketiga, DNA yang sudah mendapat barcode dari berbagai bakteri ini kemudian disatukan untuk kemudian diletakkan di dalam mesin pengurut genome.

Terakhir, para peneliti akan menganalisis menggunakan alat analisis komputer untuk membandingkan urutan bakteri dan mengidentifikasi perbedaannya.

Inggris dan Amerika Serikat sendiri sebenarnya sudah melarang warga negara India untuk datang ke wilayah negara mereka. Hal ini dilakukan oleh kedua negara tersebut demi menghindari corona dari India yang disebut memiliki mutasi hingga membuat antobodi lebih kebal dari vaksinasi.

Kewaspadaan juga datang dari mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama yang mewanti-wanti pemerintah soal risiko varian baru corona di India lewat warga negara India yang memasuki Indonesia.

Terkait dengan kedatangan WN India yang masuk tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengeluarkan himbauan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja datang dari India.

Para WNI yang baru datang dari India tak hanya wajib melakukan karantina 14 hari, namun juga dihimbau untuk melakukan tes PCR dua kali.

"Bapak atau ibu juga harus mengambil PCR testnya sebanyak dua kali pada saat datang dan pada saat pergi. Kemudian bapak dan ibu juga akan kita sampel genome sequencingnya untuk melihat virus yang bapak ibu kena itu apa supaya kita bisa tahu," ujar Menkes Budi dalam Media Gatehring Perkembangan Perekonomian Terkini dan Kebijakan PC-PEN, pada Jumat (23/4/2021).

Masih terkait dengan kedatangan corona di India yang ditakutkan dibawa oleh para warga India yang baru datang tersebut, Jhoni Ginting menyebutkan bahwa kini pemerintah telah menghentikan permohonan izin visa dari India sejak hari Kamis kemarin (22/4/2021).

(lus/lus)