Kades Duga Motif Pembunuhan Kadus di Sulsel soal Proyek Jalan Beton

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 19:54 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan (Dok. detikcom)
Bulukumba -

Ibu kepala dusun (kadus), Suryani, tewas dengan 12 tikaman di dalam rumahnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban pun diduga dibunuh warganya berinisial SR yang kesal karena masalah proyek jalan beton.

"Jadi ada (proyek jalan) beton yang lagi berjalan, ada beton yang sementara dikerjakan itu 15 sentimeter tingginya. Yang pas jalan masuk rumahnya kalau turun motor dia tinggi kan, itu yang dia (terduga pelaku) dia minta dicor juga," kata Kepala Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Jusman kepada detikcom, Jumat (23/4/2021).

Menurut Jusman, proyek jalan beton tersebut memang tak mengganggu akses jalan masuk ke rumah warga. Akan tetapi terduga pelaku bersikeras agar akses masuk ke rumahnya turut dicor beton.

"Warga sendiri biasa berpartisipasi menimbun pinggirnya (pinggir jalan beton) untuk dia jalani masuk pakai motor atau mobil," kata Jusman.

Karena terduga pelaku berkeras, korban selaku kepala dusun setempat kemudian memberikan kebijaksanaan agar pelaku mengambil material campuran untuk akses jalan masuk ke rumahnya. Namun lagi-lagi terjadi masalah baru, pelaku meminta agar akses masuk ke rumahnya dikerjakan oleh tukang.

"Saya sampaikan ke kepala dusun, biar mi, kasi campuran cor biar supaya ada jalan cor masuk ke rumahnya, tapi dia (terduga pelaku) tidak mau, dia minta dikerjakan sama tukang yang lagi kerja jalan. Tukang juga tidak mau karena tidak sesuai kontrak. Jadi dia tidak mau kerja, dia mau tukang yang kerja," kata dia.

Akibat kondisi tersebut, terduga pelaku mulai mengancam korban. Ancaman itu juga sempat dilaporkan korban kepada kepala desa.

"Bahasanya dia sama kepala dusun, 'pokoknya kalau kau tidak mau kerja itu depan rumahku bakalan ada kau mau lihat nanti'. Begitu, sifatnya mengancam kan," katanya.

Selain karena masalah cor jalanan, Jusman dan warga lainnya curiga kemungkinan adanya motif lain. Jusman mengaku terasa aneh jika hanya soal cor jalanan korban kemudian dibunuh secara sadis oleh pelaku.

"Semuanya orang juga bilang begitu. Masa cuma masalah jalan itu sampai nekat menghabisi orang sampai sadis begitu," katanya.

Oleh karena itu, kata Jusman, masyarakat Desa Karama meminta kepolisian segera menangkap pelaku yang masih buron. Tuntutan warga tersebut disampaikan saat aksi unjuk rasa di Polres Bulukumba, hari ini.

"Tadi ada demo di Polres, karena kita tekan, karena Kapolres juga ada masalah viral tidak turun juga, lebih turun bupati," kata Jusman.

"Sangat saya sesalkan juga Kapolres tidak turun lapangan, paling tidak kunjungi korban sebagai bentuk perhatian kan. Tadi demo supaya ada kepastian bagaimana penyidikan dan pemburuan (pelaku)," imbuhnya.

Seperti diketahui, Suryani selaku Kadus Katangka, Bulukumba, ditemukan tewas dengan 12 luka tikaman di tubuhnya, Senin (19/4) lalu.

"Kejadian pembunuhan di dalam rumahnya (dalam rumah korban). Pelakunya laki-laki," kata Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah, Senin (19/4).

Gany menyebut pelaku merupakan tetangga korban sendiri yang kini masih dalam pengejaran polisi.

"Pelaku sudah teridentifikasi, sedang dalam pengejaran," katanya.

(hmw/isa)