Wagub Tegaskan SIKM di DKI Berlaku 6-17 Mei, Jalan Tikus Dijaga Ketat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 16:49 WIB
Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang pemudik kembali ke Jakarta tanpa surat izin keluar masuk (SIKM). Salah satu titik pemeriksaan terjadi di Km 47 B Tol Jakarta Cikampek. Kepadatan pun terjadi.
Ilustrasi pengecekan SIKM. (Foto: 20detik)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) kendaraan selama periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memperketat penjagaan hingga menyiapkan titik-titik penyekatan.

"Nanti bakal kita atur. SIKM kita berlakukan tanggal 6-17 Mei. Oleh karena itu, pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh jajaran sudah bekerja sama memastikan, menyiapkan penyekatan-penyekatan di banyak titik, termasuk di jalan tikus," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Politikus Gerindra itu mengungkapkan hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang melarang mudik Lebaran. Dia meminta kesadaran warga untuk tidak pulang ke kampung halaman.

"Kita sudah setahun lebih seperti ini, jangan dirusak. Bukan mudiknya tidak baik. Mudiknya baik sebagai budaya kultur tradisi bangsa kita, apalagi silaturahmi kepada nenek sesuatu yang baik. Tapi mohon, karena sayang kita kepada orang tua, justru jangan sampai kehadiran kita menyebarkan virus kepada keluarga kita tercinta," tegasnya.

"Masalah lebaran bisa dilakukan online, virtual, video call, dan lain-lain. Tidak mengurangi makna dan arti. Nanti pada waktunya kalau sudah betul-betul bebas dari COVID bisa nanti kembali ke kampung bersama keluarga," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta tidak memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) kendaraan selama dua periode pengetatan syarat perjalanan, yaitu 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut hal ini diputuskan demi menyesuaikan dengan isi adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Syafrin menerangkan ada dua periode SIKM Jakarta tidak berlaku, yakni pada 22 April-5 Mei 2021 dan 18 Mei-24 Mei 2021. Mengacu pada aturan tersebut, Pemprov DKI hanya menerapkan syarat rapid antigen 1×24 jam sebelum waktu perjalanan.

"Tidak, tidak ada SIKM. Hanya pengetatan bahwa yang bersangkutan rapid antigen sebelumnya tiga hari menjadi satu hari. Selama dua periode waktu itu tidak diperlukan SIKM," kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (22/4).

Kendati demikian, untuk mudik lokal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) tidak perlu surat izin keluar-masuk (SIKM) sebagai syarat perjalanan saat mudik Lebaran. Sebab, wilayah ini merupakan satu kesatuan.

"Untuk Jabodetabek tentu tidak perlu SIKM, karena Jabodetabek itu menjadi satu kesatuan wilayah, yang dari Bekasi ke Jakarta silakan lakukan aktivitas seperti biasa, tidak perlu SIKM," kata Syafrin, Jumat (9/4/2021).

(idn/idn)