Melihat Makam Lajangiru, Saksi Penyebaran Islam Pertama di Makassar

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 14:34 WIB
Makam kuno bukti penyebaran Islam pertama di Kota Makassar (Taufiq/detikcom).
Makam kuno bukti penyebaran Islam pertama di Kota Makassar. (Taufiq/detikcom)
Makassar -

Di tengah kawasan padat Kota Makassar, terdapat sebuah makam bernama Lajangiru, yang menjadi saksi bisu penyebaran Islam di kota ini. Warga sekitar sering menyebutnya dengan makam Arab.

Makam Lajangiru berada di Kecamatan Bontoala, Makassar. Di kompleks pemakaman ini, berdiri sekitar lima kubah dengan ukuran berbeda yang menaungi berada nisan di dalamnya. Nisa-nisan tersebutlah yang konon oleh warga sekitar sebagai penyebar Islam pertama di Makassar. Kompleks pemakaman ini sudah masuk dalam suaka peninggalan sejarah dan purbakala Sulsel.

Makam kuno bukti penyebaran Islam pertama di Kota Makassar (Taufiq/detikcom).Makam kuno bukti penyebaran Islam pertama di Kota Makassar. (Taufiq/detikcom)

Agung (19) adalah salah satu keturunan makan yang sudah turun temurun mengawasi kompleks pemakaman ini. Dia hari ini, Jumat (23/4/2021), menggantikan ayahnya bernama Muhammad Tahir, yang juga seorang seorang juru kunci makam yang tengah sakit.

"Kata bapak saya, di sini ada sekitar lima makam yang menyebarkan Islam di Makassar. Yang kubah besar itu yang penyebar agama Islam," kata Agung.

Lima makam yang dimaksud olehnya adalah makam milik Ince Habib Hasan, Habib Muhsin, Habib Assegaf, Habib Ali Shibab, dan Habib Adam Muri. Saat ditengok ke makam-malam ini, terlihat nisan yang terbuat dari kayu dan ada ukiran Arab di bagian bawah nisan.

Kelima makam penyebar agama Islam ini bersama keluarganya diletakkan di dalam sebuah kubah yang juga berasitektur Islam, seperti membentuk kubah masjid atau adanya ornamen bulan sabit di atasnya. Sayangnya, Agung mengaku tidak tahu kapan kubah-kubah besar ini dibangun.

Sebelum Ramadhan tahun mulai, Agung menyebut banyak orang yang mengaku dari kerabat kelimanya datang untuk berziarah. Mereka disebut membersihkan makam hingga menaburkan bunga di atas makam. "Sampai kemarin itu ada orang pulau datang ke sini bawa pisang dan bunga ditaruh di makam," sebutnya.

Pada hasil penelitian Balai Arkeologi Makassar oleh Muhaeminah dan Makmur soal jejak orang melayu sebagai penyebar Islam di Gowa-Tallo, disebutkan bahwa Ince Habib Hasan adalah seorang ulama yang berasal dari Melayu. Dalam tulisan keduanya, juga disebutkan bahwa Sunan Bonang juga pernah singgah menyebarkan Islam di era pemerintahan Raja Gowa X di Tonipalangga I dengan nama Datuk Anakkoda Bonang dan diberi hak atas sebuah kawasan perkampungan di Makassar, yang kemudian diketahui berada di kawasan Pelabuhan Sompa Opu.

(tfq/nvl)