Mahfud Md: 5 Muslim Jadi Korban Bom Makassar, Teroris Tak Wakili Agama

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 14:11 WIB
Mahfud MD saat mengunjungi Gereja Katedral lokasi bom bunuh diri pasutri (Hermawan/detikcom)
Mahfud Md saat mengunjungi Gereja Katedral lokasi bom bunuh diri pasutri. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengunjungi lokasi bom bunuh diri pasangan suami-istri di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mahfud mengungkapkan ada lima muslim yang menjadi korban dan menunjukkan teroris tidak mewakili agama tertentu.

"Kalau teroris mengaku memperjuangkan Islam, yang jadi korban bahkan orang Islam," kata Mahfud kepada wartawan di Makassar, Jumat (23/4/2021).

Untuk diketahui, Mahfud hari ini mengunjungi Gereja Katedral Makassar untuk memberikan dukungan moral pascaledakan bom bunuh diri saat misa Minggu Palma pada Minggu (28/3). Mahfud juga bertemu dengan salah satu korban yang sudah sehat.

"Ada lima orang yang muslim (jadi korban). Jadi (terorisme) itu tidak mewakili agama tertentu," jelas Mahfud.

Salah satu muslim yang menjadi korban bom di depan Gereja Katedral Makassar adalah pria bernama Tompo. Dia hadir saat kunjungan Mahfud.

"Yang sempat hadir itu cuma satu (korban), itu Tompo tadi, muslim," kata Uskup Agung Makassar Yohanes Likuada' saat ditemui terpisah.

Tompo merupakan petugas parkir di Gereja Katedral Makassar. Tompo juga merupakan rekan kerja Kosmas Balembang, sekuriti penghadang bom bunuh diri.

"Ya dia rekan kerja Kosmas. Jadi Kosmas ini yang menghalangi, jadi dia (Tompo) dekat-dekat di situ (dekat Kosmas saat menghadang bomber)," kata Yohanes.

Menurut Yohanes, Tompo sempat juga dibawa ke rumah sakit imbas serpihan bom bunuh diri. Namun luka Tompo disebut ringan.

"Dia memang dibawa ke rumah sakit tapi dokter mengatakan tidak perlu dirawat inap, jadi bisa pulang," katanya.

Untuk empat muslim lainnya yang menjadi korban merupakan pejalan kaki. Mereka berada dalam radius 5-6 meter dari titik ledakan bom bunuh diri.

"Jadi mereka kebetulan jalan kaki, menyeberang di sana, kena (serpihan bom). Itu saya kira 5-6 meter dari ledakan bom itu," katanya.

(hmw/nvl)