Jam Malam di RT Zona Merah DKI Dinilai Tak Akan Berdampak Signifikan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 09:01 WIB
Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)
Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan jam malam di kawasan zona merah COVID-19. Warga yang tinggal di kawasan RT zona merah dilarang keluar-masuk pada waktu tertentu. Apakah aturan ini signifikan menurunkan penyebaran COVID-19?

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menilai kebijakan jam malam di RT zona merah COVID-19 tak akan berpengaruh signifikan memutus rantai penyebaran. Menurut Dicky, dalam skala komunitas, seharusnya yang ditekan 3T, yakni testing atau pemeriksaan dini, tracing atau pelacakan, dan treatment atau perawatan.

"Kan sebetulnya yang menjadi permasalahan bukan akses jamnya segitu, sebetulnya, tapi bagaimana di dalam konteks komunitas ini ada penguatan 3T. Bahwa kalau jamnya saja dibatasi, di bawah itu yang bebas ke mana-mana kan juga tidak efektif sebetulnya. Jadi jam malam itu sebetulnya akan mengurangi, tapi tidak signifikan, tidak akan signifikan," kata Dicky kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Menurut Dicky, pengendalian COVID-19 tak bisa hanya dilakukan oleh wilayah DKI Jakarta, tapi juga daerah lainnya. Sebab, menurut Dicky, bisa saja dalam RT tertentu seorang warga bekerja di luar DKI Jakarta dan kembali ke rumahnya.

"Yang harus diperkuat adalah testing-nya, dan sekali lagi, ini nggak bisa hanya di Jakarta, harus dengan wilayah lain. Karena kalau bicara masuk permukiman itu dia kerja belum tentu juga kerja di Jakarta, jangan-jangan dia aktivitasnya ke luar daerah lagi. Ini kan seperti itu yang harus diperhatikan," ujarnya.

Langkah pengendalian di tingkat komunitas, menurut Dicky, sudah menjadi langkah yang tepat. Namun penguatan 3T-lah yang seharusnya dikuatkan di permukiman Jakarta.

"Jadi penguatan dalam level komunitas ini sudah benar, tapi tidak jauh dari respons itu adalah di 3T itu, itu yang harus diperkuat dan dengan isolasi karantinanya. Ya dengan semuanya tersinergi, ya semua daerah," imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya memberlakukan jam malam di kawasan zona merah COVID-19. Warga yang tinggal di kawasan RT zona merah dilarang keluar-masuk di waktu tertentu.

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) Tingkat Rukun Tetangga yang diteken pada 21 April 2021. Isi Ingub ini tak berbeda dengan Ingub perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Tonton juga Video: Denpasar dan 5 Daerah Lainnya Masuk Zona Merah COVID-19 Minggu Ini

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2