Elite PDIP: Apa Dosa Nadiem sehingga Harus Diganti?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 08:19 WIB
Nadiem Makarim unggah foto bareng Megawati.
Nadiem Makarim dan Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. akun IG nadiemmakarim)
Jakarta -

Setelah Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Mendikbud Nadiem Makarim di tengah isu reshuffle kabinet, muncul anggapan PDIP ingin menyelamatkan Nadiem agar tak di-reshuffle. Apa jawaban elite PDIP?

"Memangnya Nadiem dalam bahaya apa sehingga perlu diselamatkan?" kata elite PDIP Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Andreas menyebut PDIP dan Nadiem Makarim tanggap soal mata pelajaran Pancasila masuk menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Menurutnya, Nadiem gesit dalam kebijakan pendidikan.

"PDIP bersama Mendikbud Nadiem merespons cepat tanggapan masyarakat yang meminta untuk memasukkan mata pelajaran Pancasila menjadi mata pelajaran wajib dalam PP 57 2021 tentang Standardisasi Pendidikan Nasional. Justru di sini hal sangat positif dari Nadiem yang responsif dan gesit dalam kebijakan-kebijakan dalam pendidikan," ujarnya.

Adanya kritik ke Nadiem Makarim justru membuat Andreas bingung. Andreas mempertanyakan apa dosa Nadiem sehingga dia layak diganti dalam reshuffle kabinet.

"Soal yang mengkritik, saya malah bingung, apa salah Nadiem? Korupsi tidak, selama ini sangat baik menerjemahkan visi-misi Presiden soal pembangunan SDM dalam bidang pendidikan. Lantas apa alasannya?" ucap anggota Komisi X DPR RI ini.

"Apa dosa Mr Nadiem ini sehingga harus diganti?" tambahnya.

Sementara itu, elite PDIP lainnya, yakni Hendrawa Supratikno, mengatakan Megawati bertemu dengan Nadiem Makarim dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Menurut Hendrawan, yang dibicarakan kedua tokoh itu soal arti penting pendidikan.

"Jadi banyak kalangan salah tafsir. Keputusan menteri merupakan kewenangan dan hak prerogatif Presiden. Ini sudah jelas," sebut Hendrawan.

"Namun harus dicatat, gagasan dan kinerja Pak Nadiem cukup memuaskan. Idenya tentang debirokratisasi pendidikan, orientasi kurikulum kampus merdeka, partisipasi dunia usaha, penekanan arti penting sikap kritis dalam dunia pendidikan, mendapat apresiasi yang luas. Konsep 'link and match' di tangannya tidak hanya slogan," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Tonton Video: Unggah Foto Bareng Megawati, Nadiem Dinilai Sedang Dag-Dig-Dug

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2