Tapir Masuk Jerat Babi di Hutan Riau, Hilang Saat Dievakuasi

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 17:47 WIB
Seekor tapir di Indragiri Hulu, Riau terekam kamera terkena jerat babi hutan. Namun, tapir itu hilang saat akan diselamatkan masyarakat peduli satwa dan BBKSA Riau (BBKSDA Riau)
Seekor tapir di Indragiri Hulu, Riau terekam kamera terkena jerat babi hutan. Namun, tapir itu hilang saat akan diselamatkan masyarakat peduli satwa dan BBKSA Riau. (Dok. BBKSDA Riau)
Pekanbaru -

Seekor tapir di Indragiri Hulu, Riau, terekam kamera terkena jerat babi hutan. Namun tapir itu hilang saat akan diselamatkan masyarakat peduli satwa dan Besar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Kepala Bidang Wilayah I Balai BKSDA Riau Andri Hansen Siregar mengatakan laporan tapir terkena jerat diterima, Selasa (20/4/2021), pukul 11.00 WIB. Hal ini setelah dilaporkan masyarakat peduli satwa Pangkalan Kasai.

"Awalnya resort Kerumutan Selatan dapat laporan dari masyarakat peduli satwa di Pangkalan Kasai. Laporan itu soal adanya tapir terjerat di kebun karet di Pangkalan Kasai," kata Hensen, Kamis (22/4/2021).

Dari laporan itu, warga awalnya melihat seekor babi hutan yang terkena jeratan. Namun, setelah didekati, ternyata yang terkena jerat adalah seekor tapir.

Seekor tapir di Indragiri Hulu, Riau terekam kamera terkena jerat babi hutan. Namun, tapir itu hilang saat akan diselamatkan masyarakat peduli satwa dan BBKSA Riau (BBKSDA Riau)Tapir itu hilang saat akan diselamatkan masyarakat peduli satwa dan BBKSA Riau. (BBKSDA Riau)

"Tim langsung berangkat menuju ke lokasi yang didapat dari warga. Awalnya warga mengira itu seekor babi, setelah mendekat dan diamati ternyata satwa itu merupakan seekor tapir," katanya.

Tim bersama 2 orang masyarakat peduli satwa kemudian melakukan pengecekan di mana satwa tersebut terjerat. Namun, saat tiba di lokasi, tapir sudah tidak ada lagi.

"Sesampai di lokasi tapir sudah berhasil terlepas dari jeratan. Lokasi satwa tapir terjerat berjarak sekitar 12 km dari hutan TN Bukit Tiga Puluh," katanya.

Petugas mencoba melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Sayang tapir sudah tak lagi ditemukan dan tim hanya menemukan tali nilon bekas jeratan tapir untuk diamankan.

"Setelah penelusuran, kami memberikan himbauan dan sosialisasi kepada pihak agar tidak memasang jerat dengan alasan apa pun. Memasang jerat membahayakan satwa liar termasuk satwa yang dilindungi," katanya.

Sebelumnya, kemunculan tapir liar dewasa juga sempat membuat heboh warga Komplek Perumahan Cendrawasih, Kota Pekanbaru. Tapir itu tersesat dan masuk ke kolam ikan milik warga berukuran 5x6 meter.

Warga kemudian ramai-ramai mendatangi lokasi untuk melihat. Warga berupaya mengeluarkan tapir itu dari kolam dengan dibantu petugas BBKSDA Riau.

Setelah 6 jam proses evakuasi, tapir itu akhirnya dapat dikeluarkan setelah masuk dalam perangkap yang dibawa petugas. Selanjutnya tapir dibawa ke Kasang Kulim untuk mendapat perawatan medis karena ditemukan banyak luka.

Lihat juga video 'Bikin Heboh, Babi Hutan Masuk Perkampungan Warga Bayongbong Garut!':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/jbr)