Mendag dan Mentan Gandeng KPK Cegah Korupsi Importasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 15:22 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (paling kiri) dan Mendag Muhammad Lutfi (kedua dari kiri) konferensi pers terkait kerja sama pencegahan korupsi dengan KPK, Kamis (22/4/2021).
Mentan Syahrul Yasin Limpo (paling kiri), Mendag Muhammad Lutfi (kedua dari kiri). (Azhar/detikcom)

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga mendukung dari program tata kelola ini. Lutfi menyebut tata kelola ini akan transparan kepada masyarakat agar pelayanan publik bisa menjadi prima.

"Seperti diutarakan oleh Menteri Pertanian, tentunya Kementerian Perdagangan siap mendukung untuk menguji daripada tata kelola di Kementerian Perdagangan dan juga keterbukaan publik, transparansi publik warga ke pelayanan terhadap masyarakat, pelayanan terhadap usaha menjadi prima dan ini adalah satu bagian dari komitmen kami di Kementerian Perdagangan," kata Lutfi.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, yang turut mendampingi, mengatakan pengkajian tata kelola komoditas bahan pangan ini dilakukan karena terbilang cukup sering menimbulkan kasus. Dengan itu, KPK akan membantu dalam menindak atau mencegah hal tersebut sistem proses holtikultura bisa berjalan dengan baik.

"Perlu kami sampaikan bahwa kami mengundang Bapak Menteri Pertanian dan juga Menteri Perdagangan dalam rangka launching pengkajian utamanya dalam importasi hortikultura dan juga 7 komoditas penting dari beras, jagung, gula, kedelai ayam, daging dan lain-lain," ujar Ghufron.

"Karena dalam banyak kasus sebagaimana kita ketahui importasi horti maupun 7 komoditas penting tersebut, telah beberapa kali menimbulkan kasus gitu. Sehingga Kami berharap, kami masuk kemudian apa yang telah terjadi beberapa kali dalam importasi daging gula dan lain-lain, sebagaimana telah kita ketahui bersama, itu kemudian kita tidak hanya dalam rangka penindakan, supaya holistik kita telah merekam kasus-kasus, maka kemudian selanjutnya kami tidak lanjutnya dengan proses perbaikan sistem, agar kasus kasus tindak pidana korupsi dalam importasi beberapa komoditas penting tersebut itu tidak terulang kembali, itu satu hal," tambahnya.


(zak/zak)